INILAH.COM, Jakarta - Sebuah gel vagina yang dirancang untuk memblokir infeksi HIV selama seks, terbukti gagal dalam ujicoba terhadap 9.385 perempuan.
Gel itu disebut-sebut sebagai metode pencegahan HIV yang bisa memberdayakan pasangan perempuan laki-laki yang tidak mau memakai kondom.
Harapan bangkit pada bulan Februari, ketika uji coba yang lebih kecil dengan gel itu terbukti menurunkan risiko infeksi hingga 30 persen.
Tapi hasil lengkap dari uji coba yang jauh lebih besar, dilakukan di empat negara Afrika oleh British Medical Research Council (MRC).Ujicoba mendapati gel tidak memberikan perlindungan yang lebih dari gel plasebo.
Dari 3.156 wanita yang menggunakan gel aktif di Uganda, Zambia, Tanzania dan Afrika Selatan, 4,1 persen terinfeksi, dibandingkan dengan 4,0 persen dari 3.112 pengguna gel plasebo.
"Ini sangat jelas tidak berfungsi," kata kepala penyelidik Sheena McCormack, dari MRC. "Itu memberitahu kita bahwa tingkat potensi biologis tidak cukup. Waktunya untuk menyerah".
Disebut PRO 2000, gel itu berisi polimer dari naftalena sulphonate yang dirancang untuk mencegah HIV mengikat diri pada sel-sel di lapisan vagina. Dalam tes laboratorium pada sel-sel leher rahim, dan pada monyet, gel itu tampak bekerja dengan baik.
Jadi mengapa uji coba pada orang-orang begitu mengecewakan? Cormack mengatakan mungkin gel tidak sempurna menutupi permukaan vagina, memberikan celah bagi virus untuk melewati.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !