INILAH.COM, Jakarta - Rencana Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) untuk menerbitkan obligasi sebesar US$250 juta sekaligus mencari pengeloalaan utang melalui pembiyaan perbankan merupakan hal yang wajar.
Hal ini diutarakan Pengamat Pasar Modal dari Reliance Securities, Gina N. Nasution usai acara 'Investor Gathering' di Gedung Menteri Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/12). "Kabarnya belum pasti, namun bila benar itu merupakan hal yang wajar," tegasnya.
Ia mengatakan BNBR dapat saja melakukan dua aksi yang bertentangan sekaligus karena kebutuhan perusahaan yang mendesak. "Ya bisa saja, pinjaman tersebut dilakukan karena ada kebutuhan dan pos yang harus diisi," jelasnya.
Terkait pengaruh aksi korporasi tersebut terhadap anak usaha Perseroan, Gina menyatakan perlu kajian lebih mendalam mengenai hal tersebut. "Nantinya akan jadi sentimen negatif atau tidak, bisa dilihat lagi dari programnya dengan harga penjualan, profit, dan margin penjualan dan margin perusahaan," jelasnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !