INILAH.COM, Brussels Masyarakat Eropa meyakini yang terburuk dari krisis ekonomi global, belum berlalu. Mengapa demikian?
Sebanyak 54% responden yakin mereka masih akan melalui yang terburuk. Hal ini terkait dampaknya terhadap krisis pekerjaan. Sedangkan 38% responden merasa mereka sudah mencapai puncak krisis, demikian ungkap jajak pendapat Eurobarometer yang dikutip Bloomberg, Selasa (15/12).
Sebanyak 51% responden menilai, masalah pekerjaan merupakan problem krisis terburuk, dan 40% menjawab sumber krisis adalah kondisi perekonomian secara keseluruhan saat ini. Sementara masalah inflasi mendapat porsi setara dengan kriminal, yakni 19%.
Menurut Wakil Presiden Komisi Eropa, Margot Wallstroem, warga kawasan merasa krisis pekerjaan adalah hal yang paling harus diperhatikan dalam resesi ini. Mereka merasa Uni Eropa harus memberikan perhatian penuh serta komitmen untuk mengatasi krisis ini, ujarnya di Brussels, Belgia.
Jumlah pekerja di kawasan ini turun 2,1% pada kuartal ketiga 2009 jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut biro statistik Uni Eropa di Luksemburg, penurunan ini merupakan yang tertinggi sejak pendataan pertama kali dilakukan pada 1996.
Sementara tingkat pengangguran saat ini berada pada 9,8% atau jumlah yang tertinggi sejak Desember 1998. Komisi Eropa memperkirakan tingkat pengangguran akan mencapai 10,7% pada 2010. Jajak pendapat ini digelar terhadap 30 ribu responden di 30 negara pada 23 Oktober hingga 18 November lalu. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !