INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie&Brothers Tbk (BNBR) baru menyelesaikan 20% proyek infrastruktur Pipa Gas Kalimantan Timur-Jawa Tengah yang dicanangkan pemerintah pada 2004 lalu."Inplementasi ini kutang berjalan dikarenakan kondisi kebijakan dalam negeri sehingga baru terimplementasi 20% saja," kata Direktur BNBR Sri Dharmayanti kepada BEI, hari ini.
Pipa gas Kalijaga adalah sala hsatu proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah Indonesia dalam
Infrastructure Summit 2004, yang mana terkait juga dengan keikutsertaan dalam
South East Asian Gas Pipe LinePemerintah memberi tenggat waktu kepadaBNBR hingga 2010 untuk menyelesaikan pipanisasi Kalimantan-Jawa (Kalija). Jika lewat waktu, Pemerintah akan mencabut hak BNBR sebagai pemenang lelang hak khusus pipanisasi Kalija.
BNBR menjadi pemenang lelang hak khusus proyek pembangunan transmisi gas bumi Kalimantan Timur-Jawa Tengah senilai US$ 1,2 miliar. Bakrie yang menawarkan tarif pendistribusian atau toll fee terendah mengungguli PT Perusahaan Gas Negara dan PT Barata Indonesia.
Sekadar informasi, tender pipa gas Kaltim-Jateng dibuka pada Desember 2005. BNBR mengajukan toll fee terendah sebesar US$ 0,84 per MMBTU. Disusul PT PGN US$ 0,98 per MMBTU, dan PT Barata US$ 1,1 dollar per MMBTU. Menurut Tubagus, selain mengajukan toll fee terendah, perusahaan mempunyai nilai lebih sudah memiliki MOU jual beli gas sebanyak 1.100 juta kaki kubik per hari. [san/cms]