INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama BEI Ito Warsito mengakui, polemik Bank Century mengakibatkan nili transaksi BEI kehilangan Rp2 triliun. Di mana biasanay bisa meraup hingga Rp7 triliun.
"Kasus Bank Century memang belum ada kejelasan. Biasayanya transaksi bisa mencapai Rp4-7 tirliun, kini hanya Rp2 triliun," kata Ito Warsito di gedung BEI, hari ini.
Walaupun kondisi IHSG masih tertekan, namun BEI tidak dapat memberikan proyeksi-proyeksi karena bukan kewenangan BEI. "Kami tetap netral," ungkapnya.
Namun, ia memeprkirakan ada 22 emiten yang akan mencatatakan sahamnya di lantai bursa, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Dian Gunawan pada 2010. "Kami berharap ekonomi pada 2010 bisa membaik dan iklim ekonomi tak terganggu," pungkasnya. Namun, ia melihat ada keraguan dari investor untuk menanamkan modalnya di lantai bursa.
Pada kesempatan yang sama Direktu BEI Wan Wei Yong mengungkapkan, minimnya nilai tranaksi di lantai bursa lantaran penghujung tahun di mana biasanya pelaku pasar kurang berinvestasi. "Transaksi sepi karena minggu depan itu kan sudah libur dan besok kita hanya punya 1 hari kerja," katanya.
Senada dengan Wei Yong, Direktur Utama Reliance Secuirites Stefanus Susanto pun melihat, menjelang liburan akhir tahun investor memilih untuk berlibur ketimbang investasi. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !