Minggu, 27 Mei 2012 | 11:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dirut BEI: Kita Kehilangan Rp2 T
Headline
Ito Warsito - inilah.com /Dokumen
Oleh: Agustina Melani
web - Rabu, 16 Desember 2009 | 14:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama BEI Ito Warsito mengakui, polemik Bank Century mengakibatkan nili transaksi BEI kehilangan Rp2 triliun. Di mana biasanay bisa meraup hingga Rp7 triliun.

"Kasus Bank Century memang belum ada kejelasan. Biasayanya transaksi bisa mencapai Rp4-7 tirliun, kini hanya Rp2 triliun," kata Ito Warsito di gedung BEI, hari ini.

Walaupun kondisi IHSG masih tertekan, namun BEI tidak dapat memberikan proyeksi-proyeksi karena bukan kewenangan BEI. "Kami tetap netral," ungkapnya.

Namun, ia memeprkirakan ada 22 emiten yang akan mencatatakan sahamnya di lantai bursa, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Dian Gunawan pada 2010. "Kami berharap ekonomi pada 2010 bisa membaik dan iklim ekonomi tak terganggu," pungkasnya. Namun, ia melihat ada keraguan dari investor untuk menanamkan modalnya di lantai bursa.

Pada kesempatan yang sama Direktu BEI Wan Wei Yong mengungkapkan, minimnya nilai tranaksi di lantai bursa lantaran penghujung tahun di mana biasanya pelaku pasar kurang berinvestasi. "Transaksi sepi karena minggu depan itu kan sudah libur dan besok kita hanya punya 1 hari kerja," katanya.

Senada dengan Wei Yong, Direktur Utama Reliance Secuirites Stefanus Susanto pun melihat, menjelang liburan akhir tahun investor memilih untuk berlibur ketimbang investasi. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.