INILAH.COM, Jakarta - PT Jamsostek akan menyerap sekitar 50% obligasi PLN pada 2010 dengan jaminan karyawan PLN mengikuti program Jamsostek.
"Ada kabar menggembirakan kita akan membeli obligasi PLN. Sebelumnya sudah ada pertemuan antara direksi Jamsostek dengan manajemen PLN, dan tadi pagi sudah bertemu dengan wakil direktur utama PLN Rudiantara," ujar Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, Rabu (16/12).
Hotbonar mengatakan, pembelian obligasi ini PLN tidak hanya mempertimbangkan jangka waktu, kupon dan bunga obligasi. Tetapi komitmen PLN untuk menyertakan peserta atau karyawan PLN sekitar 39 ribu karyawan untuk mengikuti program Jamsostek. "Akan ada dua paket yang diikuti dari 3 paket yang wajib diikuti yaitu program jaminan kerja dan kematian," kata Hotbonar.
Jamsostek akan menyerap sekitar 50 persen obligasi PLN dengan pertimbangan jaminan karyawan akan ikut dalam program Jamsostek. Hotbonar menuturkan, Jamsostek meminta obligasi dengan jangka waktu 5 tahun.
Selain itu,Jamsostek telah menyerap obligasi bank Mandiri sekitar Rp1,05 triliun dan penawaran saham umum perdana Bank BTN sekitar Rp250 miliar. Untuk obligasi subdebt BRI Jamsostek belum menentukan sikap. "Kalau BRI kita belum menentukan sikap,sepertinya bunga BRI tidak menarik," tambah Hotbonar.
Dengan adanya Jamsostek Investment corporation, Jamsostek akan menganggarkan dana Rp500 miliar untuk investasi langsung pada 2010. Jamsostek juga menargetkan dana kelolaan mencapai Rp91 triliun pada 2010. [hid]