INILAH.COM, Jakarta - Rapat Konsultasi Pansus Hak Angket Bank Century dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi keuangan (PPATK), Kamis (17/12), mengungkapkan fakta transaksi mencurigakan karena ada beberapa nama mirip dengan tokoh partai politik. Siapa mereka?
Pernyataan Kepala PPATK Yunus Husein memang mengejutkan seisi ruangan rapat konsultasi Pansus Hak Angket Bank Century dengan PPATK. Ia menyebutkan bahwa PPATK belum menyerahkan nama-nama terkait transaksi yang mencurigakan ke Pansus Hak Angket Bank Century karena data yang diberikan ke BPK dan Kepolisian terdapat beberapa nama yang mirip dengan tokoh partai politik. "Nama-nama belum kami berikan, karena banyak nama-nama itu mirip dengan nama tokoh-tokoh partai," ujarnya di gedung DPR, Kamis (17/12).
Pernyataan Yunus terang saja mengejutkan banyak pihak. Hal ini setidaknya memberi isyarat atas rumor yang selama ini beredar soal dana talangan Bank Century yang dikaitkan dengan proses politik dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Setidaknya, pernyataan Yunus memberi jalan bagi pihak DPR, aparat penegak hukum, untuk menelusuri lebih jauh aliran dana ini.
Namun ketika dikonfirmasi usai rapat konsultasi itu, Yunus Husein enggan merinci lebih jauh siapa nama nasabah yang mirip dengan tokoh partai politik tersebut. Tidak hanya itu, Yunus pun enggan menyebut kategori partai politik tersebut.
"Saya tidak mau jawab. Belum tentu partai besar atau partai kecil, paparnya.
Hanya saja Yunus sedikit memberi kata kunci, transaksi yang mencurigakan itu memiliki kemiripan nama dengan sekitar 10 tokoh partai politik. Namun Yunus juga tidak memastikan berapa nama yang memiliki kemiripan nama dengan tokoh partai politik. "Tidak sampai 10 orang," cetusnya.
Ketika ditanya apakah nama-nama itu mirip dengan tokoh dari partai politik penguasa, Yunus dengan singkat menjawab belum tentu nama itu mirip dengan tokoh partai politik penguasa. Belum tentu dari partai penguasa, paparnya.
Dalam kesempatan itu, PPATK juga menegaskan apa yang dilansir LSM Bendera beberapa waktu lalu tidak ada pijakan jika merujuk hasil analisis PPATK.
Yunus juga menegaskan pihaknya telah memiliki data terkait 50 nasabah besar di Bank Century. Hanya saja, dalam kesempatan itu pihaknya belum membeberkan di forum pansus karena masih membutuhkan pengecekan lebih lanjut. Tentang 50 nasabah besar, kami sudah punya datanya. Tapi kami mau cek nama-nama yang diragukan dulu, setelah itu akan kami berikan," ujarnya.
Saat Kepala PPATK menyebut nasabah yang memiliki kemiripan dengan tokoh partai politik langsung mendapat reaksi dari anggota Pansus Hak Angket Bank Century. Salah satunya dari Maruarar Sirait yang meminta agar Kepala PPATK menyebutkan nama siapa yang dimaksud.
"Kalau memang ada nama-nama yang mirip elit partai, tingga koordinasi saja PPATK setidaknya dengan pimpinan Pansus. Agar pertemuan ini bermanfaat," tandasnya.
Usulan Maruarar mendapat persetujuan dari anggota Pansus dari unsur Fraksi Partai Demokrat Radityo Gambiro. Ia menegaskan pihaknya setuju dengan usulan Maruarar. Kami sangat mendukung langkah Ara, kita minta klarifikasi segera, ujarnya.
Dalam kesempatan itu tidak ada informasi yang jelas terkait nama-nama yang dimaksud Kepala PPATK yang memiliki kemiripan dengan tokoh partai politik. Hanya saja, pertemuan konsultasi Pansus Century-PPATK setidaknya menjadi modal bagi anggota pansus terkait penerimaan dokumen dari PPATK.
Dalam dokumen itu, menurut Yunus, terdapat 22 hasil analisis yang diberikan ke aparat kepolisian terkait Robert Tantutar dan para pengelola Bank Century, serta 20 analisis sebagaimana permintaan BPK.
"Saya tidak bisa sebut," katanya ketika ditanya materi dari dokumen tersebut. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !