Senin, 28 Mei 2012 | 20:29 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Waks! 1 Suro, Ponari Kembali Sakti
Headline
Oleh:
web - Jumat, 18 Desember 2009 | 11:05 WIB
INILAH.COM, Jombang - Lama tidak terdengar, dukun cilik Ponari kembali beraksi. Kali ini menyambut 1 Suro, bocak sakti ini menunjukkan aksinya dengan memberikan pengobatan kepada warga sekitar.

Datangnya 1 Suro membawa keberuntungan tersendiri bagi dukun cilik Ponari. Jika sebelumnya praktik dukun yang pernah fenomenal itu sepi, kini tidak lagi. Bertepatan dengan 1 Suro banyak pengunjung yang datang ingin berobat. Sebagian besar mereka percaya bahwasannya pada bulan Suro, 'kesaktian' Ponari utuh kembali. Sehingga, penyakit yang terkena batu ajimatnya akan pergi.

Pun demikian, jumlah pengunjung yang datang ke rumah dukun cilik yang berada di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang ini tidak seperti awal kemunculannya. Namun jika dibanding dengan satu bulan terakhir ini, jumlah pengunjung tersebut meningkat.

Menurut Kamsin, ayah Ponari, sejak pamor anaknya redup, jumlah pengunjung juga menyusut. Dalam satu hari, pemilik batu petir ini paling banter mengobati 10 pasien. "Bahkan pernah tidak ada pasien sama sekali," kata Kamsin ketika ditemui dirumahnya, Jumat (18/12).

Namun memasuki bulan Suro, Kamsin dan keluarganya bisa sumringah. Sebab, sejak malam 1 Suro pengunjung terus berdatangan. Hanya saja jumlah tersebut tidak mencapai ratusan. Para pengunjung yang datang menurut Kamsin sekitar 25-30 orang.

"Jika dibanding hari biasanya, jumlah itu cukup lumayan," kata pria yang kembali menekuni profesinya sebagai pencari katak ini.

Semenatara itu, Matroji (48), salah satu pengunjung mengatakan, ia punya alasan memilih 1 Suro mencari kesembuhan ke rumah Ponari. Menurutnya, pada bulan Suro keampuhan dukun cilik itu akan kembali seperti sedia kala. Begitu minum air celupan batu petir pada bulan Suro, Matroji yakin penyakit akan lari terbirit-birit.

"Bulan Suro itu penuh nilai mistik dan sakral. Sama halnya dengan batu petir milik Ponari yang ada penunggunya. Sehingga pada bulan Suro, batu tersebut kesaktiannya bertambah. Ibarat HP (Hand Phone), batu Ponari baru saja di charge. Lagi kuat-kuatnya, jadi tingkat penyembuhannya juga sangat tinggi," kata pria asal Trenggalek yang menderita penyakit rheumatik ini.

Ironisnya, meski sekitar 30 orang sudah mengantre di rumahnya, namun dukun yang duduk di kelas III SDN Balongsari ini justru asyik tidur. Baik Kamsin maupun Mukaromah tidak berani membangunkannya. "Mungkin sebentar lagi juga bangun. Soalnya pagi ini sekolahnya libur. Kalau hari biasanya Ponari selalu bangun pagi kok," kata Mukaromah, ibunda Ponari, menenangkan kegundahan para pengunjung. [beritajatim.com/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.