Rabu, 23 Mei 2012 | 04:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Soal Ketum PAN, Amien Pilih Netral
Headline
Amien Rais - inilah.com /Agus Priatna
Oleh:
web - Sabtu, 19 Desember 2009 | 20:49 WIB
INILAH.COM, Yogyakarta - Ketua MPP DPP PAN Amien Rais menyatakan, tidak mendukung Drajad Wibowo jadi Ketua Umum PAN. Namun, Amien juga tak mendukung Hatta Rajasa gantikan Soetrisno Bachir.

"Saya netral. Soal Ketua Umum PAN periode 2010-2015 saya serahkan pada keputusan partai yang akan ditentukan dalam kongres di Batam pada awal Januari 2010," katanya di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, Hatta Rajasa dan Dradjad Wibowo serta beberapa kader lain memiliki keinginan untuk memajukan PAN. Jadi biarkanlah proses itu berjalan secara alami, demokratis, dan transparan.

"Dengan demikian, siapa calon yang mendapatkan suara terbanyak dalam kongres, dialah yang menjadi Ketua Umum PAN periode 2010-2015. Biarkanlah mekanisme partai berjalan dengan semestinya," kata mantan ketua MPR ini.

Ia mengatakan dua kader PAN yang mencalonkan diri yakni Hatta Rajasa dan Dradjad Wibowo termasuk orang yang baik, sehingga banyak dicintai para pendukungnya. Mereka akan bersaing memperebutkan simpati para kader.

"Kedua calon itu banyak dicintai kadernya, dan biarkanlah mereka bersaing secara sehat dalam proses yang demokratis dan transparan. Saya tidak mau memberi dukungan apa pun, karena nanti menjadi tidak demokratis," katanya.

Disinggung mengenai keterlibatan putranya dalam memberikan dukungan pada salah satu calon, ia mengatakan keberpihakan itu tidak hanya pada satu kandidat, karena dua putranya masing-masing mendukung calon yang berbeda.

"Anak saya dua orang, Ahmad Mumtas ikut Hatta Radjasa, sedangkan Ahmad Hanafi Rais mendukung Drajad Wibowo. Jadi netral," kata pendiri partai berlambang matahari itu.

Ditanya mengenai calon ketua umum yang sebaiknya tidak merangkap jabatan di kabinet, Amien Rais mengatakan di Indonesia memang sudah terbiasa dengan posisi ketua partai yang memegang jabatan menteri.

"Secara teoritis memang bagus jika ketua partai tidak menduduki jabatan menteri. Namun, kenyataannya di Indonesia memang seperti itu. Saya tidak ingin berbicara terlalu ideal mengenai hal itu," katanya. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.