INILAH.COM, Jakarta - Krisis kepercayaan mulai menerjang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pasalnya, PPATK sengaja minta waktu dua minggu kepada Pansus Century. Ada apa?
Kunci pengusutan skandal Century oleh Pansus Angket Century di DPR adalah PPATK. Jika lembaga tersebut mempunyai keberanian dan kejujuran mengungkap skandal ini, tentu saja merupakan sebuah titik terang.
Para analis menduga, PPATK berada di bawah tekanan politik yang cukup besar dari pihak-pihak tertentu sehingga sulit membuka aliran dana Bank Century ke kalangan elit atau parpol. "Publik tahu, ada tekanan politik sehingga PPATK dicurigai tidak bisa bekerja profesional," ungkap seorang pengamat yang enggan disebut namanya.
Anggota Jaringan Aktivis Antardaerah, Ferdi Semaung, juga angkat bicara soal hasil penelusuran PPATK. Ia mencurigai PPATK sengaja minta waktu dua minggu kepada Pansus Angket Century di DPR agar bisa mengubah data aliran dana Bank Century yang mengalir ke elite partai politik.
Ia merasa yakin jika PPATK punya data transaksi perbankan dana Bank Century yang mengalir ke kantong parpol. "Mereka butuh waktu untuk mengubah itu. Saya kira mereka ada upaya untuk mengubah data yang mengalir ke parpol," kata Ferdi Semaung kepada pers.
Para analis politik mendesak, agar masyarakat madani tetap memberi dukungan moral dan pengawasan kepada PPATK agar bisa mempunyai keberanian dan kejujuran mengungkap aliran dana Century yang sebenarnya.
Semua elemen masyarakat harus tetap memberi pengawasan terhadap kinerja Pansus untuk menghindari adanya kompromi politik antara Pansus dan eksekutif. Sungguh suatu kebohongan jika PPATK tidak mengetahui dana Bank Century yang mengalir ke partai politik (parpol), kata analis politik dari Universitas Indonesia Boni Hargen.
Tentunya lembaga PPATK yang bertugas menganalisasi transaksi perbankan sudah tahu seluruh aliran dana Bank Century karena yang mengetahui aliran transaksi ke nama-nama yang katanya mirip anggota parpol adalah PPATK. Kalau dia nggak tahu, itu kebohongan besar," tandas Boni Hargen.
Ada dugaan, saat ini orang-orang PPATK bekerja di bawah tekanan sehingga mereka sulit membeberkan aliran dana Bank Century kepada Pansus. Karena itu, jika nanti PPATK menyampaikan aliran dana Century yang sebenarnya, Pansus belum tentu bisa memberi jaminan keselamatan. Oleh karena itu, perlu payung hukum dan juga jaminan keselamatan kepada orang-orang PPATK juga. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !