Minggu, 27 Mei 2012 | 11:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pemerintah Perhatikan Petani & Industri Tembakau
Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh:
web - Minggu, 20 Desember 2009 | 10:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah dan DPR tetap memperhatikan kehidupan petani, pekerja di industri tembakau, dan kontribusi cukai terhadap APBN dalam membuat kebijakan tentang tembakau.

Hal itu ditegaskan Ketua DPR RI Marzuki Alie saat membuka Munas II APTI di Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah kemarin. "Petani tidak perlu khawatir karena peraturan-peraturan yang kami buat itu sudah pasti akan mengakomodasi semua kepentingan," katanya.

Terkait regulasi tembakau, kata Marzuki, sudah masuk prolegnas 2004-2009. Karena tidak selesai, maka dimasukkan lagi ke prolegnas 2009-2014. Kebijakan itu tidak akan menyengsarakan petani tembakau dengan undang-undang. Karena itu, petani tembakau diminta tidak perlu mengkhawatirkan regulasi yang nantinya akan dikeluarkan terkait masalah pertembakauan di Indonesia.

Ia mengakui, masalah di bidang pertembakauan teramat kompleks karena menyangkut banyak stakeholder seperti petani, pekerja di industri tembakau. Daerah penghasil tembakau terbukti telah mampu menyejahterakan petaninya.

Namun, di sejumlah daerah penghasil tembakau lainnya, banyak petani tembakau yang miskin. Bahkan, mereka hidup di bawah standar ekonomi yang normal. "Karena itu, selain tembakau, pertanian memerlukan diversifikasi. Hal ini untuk mengatasi jika olahan tembakau kurang menguntungkan," ujarnya. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.