INILAH.COM, Jakarta - Pagelaran Konser Koin untuk Keadilan Prita Mulyasari dinilai berlebihan dan tidak pantas lagi dilakukan. Karena koin yang terkumpul sudah melebihi kebutuhan ibu dua anak tersebut.
"Untuk apa lagi konser itu? Begitu kebutuhan Prita terpenuhi harusnya tidak perlu lagi kegiatan amal seperti itu. Apa lagi gugatan pihak rumah sakit kepada Prita akan dicabut," ujar Budayawan M Sobari kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (21/12).
Sebagaimana diketahui, Konser Koin untuk Keadilan yang diselenggarakan di Hard Rock Cafe, Jakarta, malam tadi (20/20), mematok harga tiket Rp 50 per orang. Acara yang dimeriahkan oleh puluhan artis dan selebriti ternama itu, masih menargetkan Rp 1 miliar untuk diberikan kepada Prita. Hal inilah yang dinilai berlebihan oleh Sobari.
Jika alasan konser tersebut untuk menumbuhkan solidaritas terhadap sesama, bagi Sobari solidaritas untuk Prita sudah terbentuk melalui koin senilai Rp 650 juta. "Solidaritas sudah terbentuk dari Rp 650 juta, yang semuanya dalam bentuk koin. Jadi jangan berlebihan," imbuhnya.
Masyarakat, lanjut Sobari, bisa saja menjadi sangsi dengan koin yang terkumpul atas sumbangannya itu. Karena koin yang dihasilkan begitu besar jumlahnya, dan masih juga menggelar konser amal di hari penyerahan koin kepada Prita.
"Nanti orang akan menyangsikan, dan tidak percaya lagi dengan aksi solidaritas, badan zakat, dan kegiatan lain semacam itu. Itu bisa menghancurkan kepercayaan publik," terangnya.
Mengatasi dana peduli Prita yang nilainya tidak sedikit itu, Sobari mengatakan, perlu adanya musyawarah besar untuk memanfaatkan uang tersebut, akan digunakan untuk apa. Karena jika gugatan terhadap Prita dicabut, Prita tidak harus membayar hukuman denda sebesar Rp 204 juta itu.
"Penanggung jawab atas uang itu (koin peduli Prita) harus memusyawarahkan, kepada seluruh masyarakat luas yang telah menyumbang. Mau diapakan koin itu, boleh nggak dijadikan dana abadi?," tuturnya.
Jika koin peduli Prita akan dijadikan dana abadi, masih katanya, maka akan lebih baik jika dibentuk sebuah yayasan kemanusian, untuk menlong masyarakat yang mengalami ketidakadilan seperti Prita. "Pemanfaatan koin dan dana konser amal fokusnya harus jelas, jika tidak, akan diragukan publik," pungkas Sobari. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !