INILAH.COM, Jakarta Kabar bahwa PT Telkom (TLKM) menaruh dananya di Bank Century, telah melempar emiten ini ke zona negatif. Meski sentimen ini sudah mereda, para analis memprediksikan, koreksi masih tetap melanda TLKM. Hal ini diungkapkan Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities dalam pembicaraannya dengan
INILAH.COM. Menurutnya, saham PT Telkom (
TLKM) masih akan melemah hari ini.
TLKM akan mengarah ke level
support Rp9.250 dan Rp9.800 sebagai level
resistance-nya. Kalau berhasil tembus level
support 9.250, TLKM akan mengarah ke level support berikutnya di level Rp9.000, katanya, Selasa (22/12).
Pasar bisa melanjutkan aksi
profit taking setelah emiten BUMN ini menguat tajam pasca pembagian dividen. Di saat yang sama, sentimen market juga tidak mendukung, akibat memanasnya suhu politik dalam negeri.
Apalagi, TLKM merupakan emiten dengan market kapitalisasi yang sangat besar di pasar. Karena itu, terperosoknya TLKM akan berpengaruh pada pelemahan indeks, ujarnya.
Pada Senin (22/12) kemarin, saham TLKM ditutup anjlok Rp600 (5,94%) ke level Rp9.500, ketimbang sebelumnya di Rp10.000. Sementara pada perdagangan Selasa (22/12) sesi siang, TLKM terpantau naik Rp200 ke Rp9.700 per lembar.
Gina mengakui, langkah perseroan yang pernah menyimpan dananya di Bank Century (sekarang Bank Mutiara) sebesar Rp165 miliar, sempat menjadi sentimen negatif. Namun hal ini tidak lagi berpengaruh signifikan terhadap bursa. Sentimen Bank Century sudah lewat. Pelemahan TLKM yang utama kini karena faktor
profit taking, setelah kenaikan tajam sebelumnya, paparnya.
Untuk itu, Gina merekomendasikan investor
wait and see pada saham
bluechips ini. Pasalnya, menjelang libur panjang akhir tahun pelaku pasar masih melakukan aksi
profit taking. Apalagi, TLKM sendiri sudah
overbought, tandasnya.
Pelaku pasar pun saat ini menunggu apakah TLKM turun menembus level
support-nya atau malah menguat. Ketika ini terjadi, imbuhnya, pasar harus jeli melihat indikator lain, yaitu pergerakan saham-saham lain. Kalau saham lain mengalami pembalikan arah (menguat), pelaku pasar bisa masuk lagi di level 9.000. Itu jika level tersebut tidak ditembus ke bawah, pungkasnya.
Potensi koreksi TLKM pun diungkapkan Reliance securities. Menurutnya, saat ini belum ada indikasi pembalikan arah, sehingga TLKM pada perdagangan hari ini masih akan mengalami pelemahan.
Emiten ini dalam jangka menengah juga masih berada dalam pola trend bullish. TLKM hari ini masih akan terkoreksi, dengan batas bawah di level Rp8.900, ujarnya dalam riset yang dipublikasikan Selasa (22/12).
Berbeda dengan Danareksa Securities yang justru memprediksi adanya penguatan pada emiten sektor telekomunikasi ini. Hal ini terkait pernyataan manajemen TLKM bahwa perseroan tidak mengalami kerugian dari dana yang ditempatkan di Bank Century. Kami rekomendasikan beli TLKM kalau tidak turun di bawah Rp9.500, dengan target harga Rp9.950. Gunakan Rp9.400 sebagai batas stoploss, ucapnya.
Seperti diketahui, TLKM telah menarik seluruh dana yang didepositokannya di Bank Century sebesar Rp 165 miliar. Ini berarti, perseroan sudah tidak memiliki deposito di bank bermasalah tersebut sejak Oktober 2009. Pihak TLKM menyatakan, bahwa TLKM tidak mengalami kerugian apapun akibat hal tersebut. Penarikan dana tersebut pada Oktober, dapat menjadi sentiment positif untuk TLKM,ulasnya.
Pihak TLKM menegaskan sudah mengambil seluruh dananya dari Cemtury secara bertahap sejak Desember 2007 hingga November 2008, ungkap Vice President Public and Communication TLKM Edy Kurnia. Total dana tersebut mencapai Rp165 miliar.
Namun,Direktur BCIC Erwin Prasetia menuturkan, TLKM masih mempunyai simpanan di BCIC sekitar Rp30 miliar. Dana tersebut tersimpan dalam bentuk depostio berjangka 3 bulan, 6 bulan, hingga 1 tahun. [mdr]