INILAH.COM, Palembang - Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, menjanjikan permainan lepas dari pasukannya pada laga tandang Liga Super melawan Arema Malang di Stadion Kanjuruan, Rabu (23/12).
"Saat melawan Persema kemarin, memang diakui kami cenderung bertahan. Sehingga, pemain agak sedikit tertekan, dan saat lengah sedikit lawan langsung memanfaatkan," ujar Rahmad kepada Antara di Palembang.
Meski demikian, Rahmad tetap akan berhati-hati dan menjaga keseimbangan antara serangan dan pertahanan.
"Kami tidak akan full bertahan atau full menyerang. Jika menang bola kami akan menyerang, namun jika kalah bola kami akan bertahan," ujar mantan pelatih Persija dan Persipura ini.
Kekalahan 1-0 dari Persema Malang di menit-menit akhir, Senin (20/12), hampir serupa dengan kekalahan dari Persib Bandung di Palembang, (12/12), memberikan pelajaran berharga bagi Laskar Wong Kito.
"Dua laga terakhir menjadi pelajaran berharga bagi kami, karena gol lawan selalu tercipta di menit 90. Laga melawan Arema nanti, adalah kesempatan untuk mengganti poin yang telah hilang di dua laga itu," kata dia.
"Instruksi untuk bertahan pada menit terakhir belum dijalankan secara maksimal oleh anak asuhnya. Saya harap ini tidak terulang lagi," tegas pelatih berusia 43 tahun ini.[boy]