INILAH.COM, Makassar - Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai sosok ibu dan sebagai sosok perempuan Indonesia pada umumnya dianggap tidak memberikan contoh yang baik kepada anak-anak bangsa.
Penilaian itu disampaikan para pengunjuk rasa dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Sulsel yang didominasi kaum ibu miskin kota. Hal itu disampaikan dalam unjuk rasa memperingati hari ibu di sebagian badan jalan depan Monumen Mandala, Makassar, Selasa (22/12).
Daeng Baji (45 thn), salah seorang ibu yang ikut berorasi mengatakan, jelas sekali dampak korupsi sangat menyengsarakan ibu-ibu. Terasa sekali mulai dari urusan terkecil dalam rumah tangga, pendidikan dan pelayanan kesehatan. Seandainya korupsi bisa dihilangkan dari bumi Indonesia, setidaknya diminimalkan, maka kesulitan-kesulitan kaum ibu dalam membantu suami mempertahankan kelangsungan rumah tangga juga bisa diperkecil.
Karena dari uang yang dikorupsi ini, bisa dialihkan ke bentuk-bentuk pelayanan yang lebih rill antara lain pendidikan gratis yang lebih kongkrit dirasakan rakyat, demikian halnya dengan pelayanan kesehatan.
"Kaum ibu seharusnya menjadi panutan atau teladan bagi anak-anak bangsa. Dan Sri Mulyani, mewakili kaum ibu duduk di pemerintahan sekaligus perempuan Indonesia pada umumnya ternyata tidak mampu memberikan contoh yang baik karena kasusnya dalam skandal Bank Century," ujar Daeng Baji, yang juga aktifis SRMI Sulsel ini.
Ditambahkan, itulah pentingnya, kaum ibu harus terus menyuarakan penyelesaikan skandal bank Century karena hingga saat ini, belum terlihat titik terang. "Kami tidak butuh banyak membicarakan soal SBY yang sibuk dengan program 100 hari kerja nya karena yang terpenting adalah kapan Presiden SBY bersedia mundur dari jabatannya kalau tidak mampu selesaikan kasus Century ini, tandas Daeng Baji di akhir orasinya. [mut]