INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah sudah memastikan Direktur Utama PT PLN Persero yang baru dan tinggal menunggu waktu pelantikannya secara resmi.
Menurut Meneg BUMN Mustafa Abubakar, pihaknya telah mengadakan konsultasi dengan Presiden SBY terkait keputusan Tim Penilai Akhir (TPA) atas posisi dirut PLN. "Saya katakan sudah final. Sudah konsultasi
dengan presiden," ujarnya di Kantor Menko Perkonomian, Selasa (22/12).
Dari bursa calon Dirut PLN yang sudah beredar hanya Dahlan Iskan yang cukup agresif mengincar posisi tersebut. Bahkan kemarin raja media dari Grup Jawa Pos telah melakukan jumpa pers tentang programnya kalau menjadi orang nomer satu di PLN.
Sementara untuk pelantikannya, Mustafa enggan memberikan bocoran. "Dikejar tahun ini, selekas dan sesegera mungkin. Sebelum tutup tahun," ujarnya.
Kendati sudah santer terdengar siapa kandidat terkuat yang akan menggantikan posisi Fachmi Mochtar, namun Mustafa lebih memilih bungkam. "Jangan dululah, segera fresh bisa dketahui langsung," ujarnya.
Sementara untuk posisi wakil direktur PLN, untuk ke depannya dipastikan tidak akan ada lagi. "Ya sudah gak ada, dikosongkan. Menyesuaikan dengan kondisi para direktur mengisyaratkan lebih proper tanpa wadirut. Dapat dipastikan tdk ada wadirut," pungkasnya. [mre]