INILAH.COM, Jakarta - Urusan melangsingkan badan, peserta yang pasti berada di depan adalah perempuan. Lantaran memiliki tubuh indah terlihat begitu menggoda, program diet pun banyak dicoba.
Tapi ada satu hal yang harus diketahui dan dipahami. Jika ada beberapa program diet tersebut perlu diwaspadai, karena selain tidak familiar, juga keberhasilannya banyak diragukan.
Program diet apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan oleh perempuan. Ini dia paparannya seperti dikutip dari WebMD
1. Makanan Mentah
Mengonsumsi makanan mentah didasarkan pada usaha untuk memporoleh mayoritas kalori dari makanan yang tidak diproses dan dimasak. Para pelaku diet jenis ini percaya bahwa mengonsumsi makanan yang sudah diolah dengan suhu di atas 46-47C akan menghancurkan enzim-enzim yang memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan.
Meskipun sebagian besar setuju bahwa yang terbaik adalah mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian yang diproses secara minimal, sebenarnya mengolah makanan melalui proses yang benar dapat meningkatkan kandungan gizinya, terutama phytonutrient, dan menghentikan aktivitas bakteri yang tidak menyehatkan.
Diet makanan mentah banyak mengonsumsi makanan yang berbahan dasar tumbuhan, termasuk buah-buahan dan sayuran; kacang-kacangan dan biji-bijian; dan tauge, gandum serta buncis.
Mengurangi kalori dapat membantu menurunkan berat badan, tapi kandungan kalori tidak ada hubungannya dengan makanan matang atau mentah. Sebaiknya, Anda mengonsumsi lebih banyak makanan lengkap yang menyehatkan dimasak ataupun mentah untuk membantu merampingkan pinggang Anda, bukan dompet Anda.
2. Diet hCG
Ini adalah diet dengan jumlah kalori yang sangat rendah (500800 kalori per hari) ditambah dengan suntikan hormon kehamilan, human chorionic gonadotropin (hCG). Diet mana pun yang menurunkan kalori hingga di bawah 1.000 kalori sangatlah tidak aman, terutama bagi pemula. Dan, Anda akan kehilangan banyak berat badan meskipun sudah mendapatkan suntikan milk shake. Tentu saja, peraturan emas dalam diet adalah semakin cepat berat badan Anda turun, maka akan semaking cepat pula Anda mendapatkannya kembali.
Selain itu, para ilmuwan tidak mengetahui apakah hCG aman untuk disuntikkan ke dalam tubuh di saat tubuh kita tidak memproduksinya secara alami.
3. Master Clean
Di California Selatan, terjadi tren yang sangat besar di mana para pelaku diet mencoba 'pembersihan' dengan meminum campuran air perasan lemon, sirup maple, dan cabai merah pedas (cayenne pepper) beberapa kali sehari selama 10 hari.
Pada malam harinya mereka meminum teh herbal yang juga berfungsi sebagai obat pencahar dan seperempat gelas air garam di pagi hari. Keduanya dapat membersihkan sistem pencernaan dan isi perut Anda. Tidak perlu dikatakan, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa sistem pencernaan dan organ-organ kita memerlukan pertolongan dalam menghilangkan sampah dan mengumpulkan racun yang di dalam tubuh.
Jenis diet ini hanya mengandung 650-1.300 kalori dan kekurangan banyak nutrisi kunci seperti protein, kalsium, zat besi, dan zinc. Maka tidak ada seorang ahli diet pun yang menyarankan untuk menjalani jenis diet ini selama lebih dari 1-2 hari.
Menurut Karla Campbell, MS, RD, seorang ahli diet di Long Beach, California, orang yang menjalani jenis diet ini akan berakhir dengan kehilangan massa lemak tubuh. Saat sudah 'bersih' dan kembali ke pola makan mereka sebelumnya, mereka akan kembali gemuk. Bahkan mungkin akan menjadi lebih gemuk dari pada sebelumnya.
4. Diet Sup Kubis
Jenis diet ini tidak direkomendasikan oleh Asosiasi American Heart (AHA); Rumah Sakit Sacred Heart Memorial di Spokane, Washington; atau oleh organisasi kesehatan manapun. Faktanya, AHA dan organisasi lainnya menganjurkan untuk mengendalikan tren diet ini.
Meskipun ada beberapa versi, semuanya merupakan siklus tujuh hari didasarkan pada mengonsumsi semua jenis sup kubis 'pembakar lemak' (campuran dari kubis, wortel, seledri, tomat, merica, dan bawang). Karena terdiri dari banyak sayuran yang mengandung cairan dan nutrisi, maka jenis diet ini tidaklah seburuk diet lainnya.
5. Ear Stapling
Tren ini berdasarkan pada teori ahli akupuntur bahwa area dari telinga dapat mengatur nafsu makan. Prosedurnya serupa dengan menindik telinga, tapi tekanan konstan pada 'perut' telinga Anda akan membatasi nafsu makan Anda.
Tidak ada penelitian yang menyatakan adanya hubungan antara ear stapling dengan turunnya berat badan. Tapi ada banyak bukti bahwa hal tersebut dapat menyebabkan infeksi serius dan perubahan bentuk. Jika yang Anda perlukan adalah mengontrol nafsu makan Anda, maka lebih baik Anda mencoba mengonsumsi sesuatu yang dapat bekerja dengan lebih baik, seperti mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran dibandingkan dengan jenis makanan lainnya. [mor]