Senin, 28 Mei 2012 | 20:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Waspadai Jeratan Seks dalam Kekuasaan
Headline
istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Jumat, 25 Desember 2009 | 14:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta Jatuhnya politisi dan figur publik karena skandal seks bukan lagi hal yang baru. Namun demikian, beberapa di antaranya memang tak pernah belajar dari para pendahulunya.
Masih jelas dalam benak warga Amerika ketika mantan Presiden Bill Clinton terlibat affair dengan salah satu stafnya, Monica Lewinsky. Kini, perempuan itu meluncurkan sebuah buku bertajuk The Death of American Virtue: Clinton vs Starr.
Isinya cukup mengejutkan, ia menuding Bill berbohong mengenai perselingkuhan mereka kepada dewan juri mengenai hubungan mereka. Tak ada kejujuran dalam pernyataannya. Mereka bertanya detil dan spesifik yang tak ia jawab secara jujur, demikian tulis Lewinsky dalam buku yang dirilis pada 16 Februari 2010 itu, seperti dilansir Politico, kemarin.
Si penulis, Ken Gormley juga sempat menyebutkan jaksa penuntut sedang bersiap menuntut Bill dan sang istri yang kini menjabat sebagai Menlu AS, Hillary Clinton. Tuntutan itu akan dilayangkan seputar skandal Clinton-Lewinsky yang mewarnai sejarah kepresidenan Bill.
Sedangkan nama Starr yang terdapat pada buku itu adalah seorang pengacara independen, Kenneth Starr. Pihaknya mengeluarkan jutaan dolar pada 1990-an untuk menyelidiki skandal Clinton-Lewinsky. Penyelidikan selama lima tahun itu juga menyelidiki kasus lainnya. Seperti insiden bunuh diri Deputi Penasihat Gedung Putih, Vincent Foster.
Dalam buku itu disebukan Bill membuat sebuah kesepakatan dengan para jaksa untuk menghindari jeratan tangan hukum, pada 19 Januari 2001. Hari itu adalah momen terakhirnya duduk di Gedung Putih sebagai Commander in Chief negara adidaya tersebut. Bill harus memberikan kesaksian palsu dalam kasusnya dengan Lewinsky.
Akibatnya, popularitas Bill menurun dan ia dipanggil parlemen AS untuk memberikan kesaksian. Sukses Bill untuk membuat perekonomian Amerika surplus, langsung terhapus begitu saja karena ia tak bisa menahan nafsu seksnya. Rumitnya kasus Bill ini juga terjadi di Italia dan melibatkan PM Silvio Berlusconi.
Hanya saja, pria flamboyan berusia 72 tahun itu memang berkelakuan tak pantas untuk seorang kepala negara. Berbeda dengan Bill, ia suka mempermalukan dirinya di depan pemimpin lainnya. Namun mereka memilik persamaan. Yakni salah satu perempuan yang terlibat affair dengannya juga mengeluarkan sebuah buku bertajuk Gradisca Presidente atau enjoy president.
Perempuan escort kelas atas itu, Patrizia DAddario menceritakan detil percintaan mereka di kediaman Berlusconi di Roma. Ia bahkan mengatakan sebelum bercinta dengan sang PM, ia mengadakan pesta yang dihadiri puluhan perempuan cantik dan muda.
Sebagai escort, saya pikir saya telah melihat segalanya. Namun tak pernah seperti ini, 20 perempuan dan hanya satu pria, tulisnya dalam buku sensasional dan kontroversial tersebut. D'Addario pertama kali mengejutkan publik Italia saat menyebarkan rekaman pembicaraan dengan pemilik klub sepak bola AC Milan itu.
Hingga kini, pihak Berlusconi masih enggan mengomentari buku itu. Sedangkan D'Addario, memang sengaja membongkar perselingkuhan itu karena kesal sang PM tak menepati janjinya. Ia dijanjikan sebuah proyek konstruksi namun tak juga terwujud. Berbagai affair ini membuat istri Berlusconi, Veronica Lario, memilih bercerai darinya April lalu.
Dibayangi kasus dugaan korupsi dan keterlibatan dengan mafia, Berlusconi juga mulai kehilangan pendukung. Dalam kampanye politik beberapa waktu lalu, ia dilempar replika katedral yang terbuat dari logam. Hidung dan dua giginya patah, wajahnya dipenuhi darah. Si pelempar yang tertangkap, ternyata hanya orang depresi yang tak menyukai sang PM.
Beberapa waktu belakangan ini, dunia juga menyaksikan kejatuhan pegolf legendaris asal AS, Tiger Woods. Penyebabnya tak lain karena affair seksnya dengan belasan perempuan. Semua itu dilakukan ketika ia masih terikat pernikahan dengan seorang perempuan cantik mantan model Elin Nordegren.
Selama ini, publik sama sekali tak mengendus perselingkuhan Woods dengen belasan perempuan itu. Namun awal bulan ini, semua terbongkar ketika pegolf nomor satu AS itu menabrakkan mobilnya di depan rumahnya sendiri. Kabarnya, ia sengaja berulah karena perselingkuhannya ketahuan sang istri.
Citranya langsung rusak. Meski sponsor terbesarnya, Nike, masih mendukungnya, pegolf berkulit hitam ini kehilangan sejumlah iklan lainnya. Seperti minuman berenergi Gatorade dan pisau cukur Gilette. Bahkan US Open pun menolak memajang wajahnya dalam iklan mereka. Lalu, kapankan mereka belajar? [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.