inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gak Siap FTA-China, API Tuntut Pemerintah

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Ari Purwanto
Jumat, 25 Desember 2009 | 15:39 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pelaku usaha menuntut pemerintah bertanggung jawab atas ketidaksiapan industri tekstil dalam menghadapi ASEAN China Free Trade Agreement (AC-FTA).

Demikian disampaikan Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismi ketika dihubungi INILAH.COM, Kamis malam, (24/12).
"Kalau bicara FTA sudah pasti bicara negara. Dan sudah jelas negara kita belum bisa berkompetisi. Ngurus bunga bank, energi, tenaga kerja, infrastruktur saja belum siap, kenapa bicara FTA. Kalau pemerintah belum bisa mengurus semuanya, maka berpengaruh ke dunia usaha," ujarnya.

Ernovian menambahkan, pemerintah harus fokus dalam membenahi infrastruktur, penyediaan bahan baku, penjagaan terhadap pasar dalam negeri, perbaikan energi, tenaga kerja, dan pengoptimalan Permendag No.56 Tahun 2008 (tentang ketentuan impor produk hanya melalui pelabuhan utama). "Serta pemberlakuan lima pelabuhan untuk mempermudah monitoring, membantu usahawan dalam melakukan promosi produk," lanjutnya.

"Saya sangat prihatin, kenapa pemerintah tidak melakukan dukungan menyeluruh kepada industri tekstil. Padahal national interest pada tekstil sudah jelas. Pertama, tekstil meghasilkan devisa melalui ekspor. Kedua, tekstil menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi pengangguran, tambahnya.

Setiap tahun, tekstil memberikan Rp5 milyar ke devisa negara. Ditambah lagi penyerapan langsung tenaga kerja yang mencapai 1, 2 juta jiwa dan tenaga kerja yang diserap secara tidak langsung, seperti supporting productions, chemical, ritel-nya, yang bisa menyerap hingga 3,5 juta jiwa. [mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.