INILAH.COM, Jakarta - Realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) 2009 telah mencapai target pada November lalu, dengan nilai Rp144,549 triliun.
Demikian dikatakan, Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, Rahmat Waluyanto, saat ditemui di kediamannya, Jalan Tampak Siring Jakarta, Jumat (25/12). "Sudah terpenuhi sejak November 2009," kata dia.
Ia menuturkan, jumlah tersebut adalah untuk SBN yaitu dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN), Samurai Bond, sukuk maupun valas berjumlah Rp144,5 triliun. Sedangkan untuk pinjaman program yang berasal dari negara asing berjumlah US$2,7-2,8 milliar. Selain untuk membiayai berbagai proyek pembangunan infrastruktur utang tersebut juga dipergunakan untuk menutupi defisit 2009.
Dikatakannya, salah satu penyebab cepatnya penarikan utang adalah minat pasar yang cukup besar terhadap obligasi yang dikeluarkan pemerintah. "Setiap lelang biasanya terjadi oversubscribe sebanyak 2,1-2,2 kali," ujarnya.
Besarnya minat terhadap obligasi terjadi, karena para investor menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tergolong positif meski krisis global melanda. "Itu memperbaiki out look dan ada banyak hal yang menunjukan sisi yang bagus. Selain itu, sampai kuartal kedua tahun ini pertumbuhan positif," jelasnya. [mre/hid]