inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Telkom Putus Jaringan Sejumlah Warnet

Headline
istimewa
Oleh:
Sabtu, 26 Desember 2009 | 15:09 WIB
INILAH.COM, Parepare- Telkom memutus jaringan sejumlah warung internet (warnet) yang menggunakan fasilitas speedy office. Pemutusan itu untuk menghindari kecemburuan antara pengusaha warnet.

Kepala Kantor Daerah Telekomunikasi (Kakandatel) PT Telkom Parepare, Rivai Tajuddin ST,MT, menyatakan pemutusan jaringan internet tersebut karena para pengusaha warnet telah melanggar izin penggunaan.

"Saat mereka mendaftar, para pengusaha warnet tersebut mengambil paket "speedy office", namun pada keyataannya mereka gunakan untuk usaha warnet. Sebelum kami melakukan pemutusan jaringan, PT Telkom telah memberikan surat peringatan secara lisan dan tertulis untuk mengambil paket speedy warnet," kata Rivai.

Lebih lanjut Rivai mengatakan, jika hal tersebut terus dibiarkan maka akan terjadi kecemburuan antara pengusaha warnet yang menggunakan paket speedy warnet dan speedy office.

Rivai menjelaskan, untuk paket speedy warnet pengguna harus membayar sebesar Rp 1.750.000 per bulan, sedangkan untuk paket speedy office dikenakan biaya sebesar Rp750 ribu per bulan.

"Karena beban biaya yang berbeda antara pengguna paket speedy office dan speedy warnet, maka pengguna paket speedy warnet dipastikan akan kalah bersaing dari segi harga konsumen. Misalnya speedy warnet menggunakan tarif Rp 5000 perjam, speedy office bisa saja hanya mengenakan tariff Rp 3000 perjam. Akibatnya terjadi persaingan harga yang tidak sehat yang ujung-ujungnya Telkom pula yang mendapat sorotan," ujarnya.

Rudy, pemilik usaha warnet Megatama yang ditemui di Parepare, mengatakan, sangat menyambut baik tindakan pemutusan jaringan terhadap warnet yang menggunakan speedy office.

Menurutnya, selama ini usaha warnet yang dia geluti tidak mampu bersaing dengan para pengusaha warnet yang menggunakan peket speedy office karena perbedaan tarif yang dikenakan buat konsumen sangat berbeda.

"Bagimana kami harus mengikuti tarif yang dikenakan oleh para pengusaha warnet yang menggunakan paket speedy office, sementara kami dikenakan biaya yang berbeda dari PT Telkom," kata Rudy.

Rudy berharap agar PT Telkom lebih proaktif untuk turun kelapangan memeriksa seluruh warnet yang ada di Kota Parepare.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.