INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat tak heran dengan penulis buku 'Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Century', George Junus Aditjondro. Di era Orde Baru-pun, George juga menyudutkan Presiden yang berkuasa saat itu, Soeharto.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil ketua umum PD, Ahmad Mubarok kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (27/12). Meski mengaku belum membaca buku itu, Mubarok menuding George memang suka menulis hal yang menyudutkan.
"Saya belum baca (buku 'Membongkar Gurita Cikeas di Bank Century'), tapi kalau Aditjondro (George) yang nulis, memang kalau nulis sukanya yang gitu-gitu," katanya.
Apakah artinya tulisan George tidak berdasarkan data? "Ya nggak tahulah, dia memang nulisnya kayak gitu-gitu (kontroversi)," jawab Mubarok.
Bagi Mubarok yang juga Guru Besar Psikologi Islam Universitas Indonesia, apa yang ditulis Pengajar Ilmu sosiologi di Universitas Newcastle, Australia itu, hanya kebohongan tentang kredibilitas sesorang.
"Dia nulis bohong tentang kredibilitas seseorang, dia menghubung-hubungkan apa yang tidak berhubungan," cetusnya.
Dalam bukunya, George mengaitkan Cikeas dengan SBY, Menurut Mubarok, Cikeas merupakan nama sebuah desa atau wilayah, bukan nama rumah SBY. Tuduhan George lainnya, seperti menggunakan dana dari 4 yayasan yang dikelola keluarga SBY.
"Dana kampanye bukan pakai dana itu (yayasan), dana yayasan untuk kegiatan sosial, bantu bencana alam, bikin rumah untuk korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Barat, dan bangun masjid. Pengurusnya juga lintas kelompok, lintas partai, lintas agama, tidak orang Demokrat 100%," tandasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !