INILAH.COM, Jeddah - Aksi kriminalitas masih menjadi salah satu hambatan penyelenggaraan haji 1430 H. Dari laporan yang masuk, harta jamaah haji asal Indonesia yang dicopet di Arab mencapai Rp 1,2 miliar.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Keamanan Abu Haris dalam Rakor Evaluasi penyelenggaraan kegiatan haji l430H yang dikoordinasikan oleh PPIH di Jeddah, Sabtu (26/12).
"Diduga kuat, aksi-aksi para penjahat itu dikendalikan oleh suatu jaringan," kata Abu Haris
Dugaan Tim Keamanan PPIH diperkuat oleh fakta bahwa aksi-aksi kriminalitas terhadap jemaah haji langsung mereda setelah beberapa tersangka pelakunya yang berasal dari Indonesia tertangkap tangan saat sedang beraksi di kawasan Mesjid Nabawi, Madinah baru-baru ini.
Dalam kesempatan yang sama Kadaker PPIH Madinah, H Cepi Supriyatna mengatakan, para pelaku kejahatan yang melakukan aksinya di Madinah, khususnya di sekitar Mesjid Nabawi, Madinah, berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia.
"Sasaran biasanya jemaah haji yang sama sukunya. Pelaku menyapa dalam bahasa daerah yang sama, berpura-pura memberikan pertolongan kepada jemaah haji. Siapa yang tidak senang dibantu saudara satu suku, padahal dia akan merampas tas," tutur Cepi.
Mengingat tingginya angka tindak kejahatan tersebut, Abu mengusulkan agar dibentuk sektor khusus di dekat Mesjid Nabawi, Madinah seperti yag sudah ada di dekat Masjidilharam.
Dia juga mengusulkan agar peringatan agar jemaah berhati-hati jika beribadah di Masjidilharam, Mekah dan Masjid Nabawi, Madinah disosialisasikan secara intensif sejak saat jemaah mengikuti manasik haji di tanah air.
Dirjen PHU juga menyetujui usul Abu Haris agar petugas keamanan PPIH ditambah jumlahnya, namun demikian tentunya hal itu akan dikaji lebih lanjut karena menyangkut jumlah kuota petugas yang diperkenankan.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !