inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Din: Tak Pro Rakyat, Pemerintah Neolib

Headline
Oleh: Suriani
Minggu, 27 Desember 2009 | 20:49 WIB
INILAH.COM, Makassar - Pemerintahan SBY-Boediono dinilai kian laut dalam buaian neoliberalisme. Wajar jika kemudian, pemerintah tidak berpihak pada rakyat.

"Pemerintahan sekarang lebih ke arah neoliberalisme. Jika berpihak pada rakyat, maka harusnya pemerintah melaksanakan amanat Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dengan melaksanakan ekonomi kerakyatan," imbuh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din.

Hal tersebut disampaikan dia dalam ceramahnya di Milad satu abad organisasi Muhammadiyah di Celebes Convention Centre (CCC) Makassar, Minggu (27/12). Acar yang dihadiri 10 ribu warga Muhammadiyah itu, Din menuturkan paham ekonomi pro rakyat dan keberpihakan kerakyatan yang digaungkan pemerintah hanya sebatas politik dan retorika semata.

Dijelaskan dia, keterpurukan ekonomi sangat jelas di Indonesia, termasuk ekonomi Muhammadiyah juga kian mengalami kemunduran. Akibatnya, rakyat tidak mampu lagi melanjutkan usahanya karena semua pada tumbang.

Muhammadiyah, lanjut Din, sudah ada di negara-negara lain di Asia, termasuk Amerika Serikat. Sebab Muhammadiyah adalah organisasi Islam moderen terbesar, sehingga terpilih sebagai satu-satunya organisasi Islam yang terpilih membantu penyelesain konflik di Moro, Filiphina.

Keberadaan Muhammadiyah telah bangkit bersama membangun bangsa sejak zaman penjajahan. Karenanya, Din menyatakan sudah sepatutnya pemerintah Indonesia bermitra dengan organisasi Muhammadiyah yang usianya sudah satu abad lebih tua dari umur Indonesia.

"Jika pemerintah tidak mau bermitra dengan Muhammadiyah berarti pemerintah kita tidak tau diri, tidak mau bercermin di masa lalu alias lupa sejarah. Muhammadiyah punya banyak kontribusi sebelum Indonesia merdeka. Sebelum dan sesudah Indonesia merdeka, warga muhammadiyah sudah berjibaku, malang melintang untuk memberi kontribusi dan manfaat untuk bangsa kita," beber Din.

Kendati demikian, milad dengan tema 'Membangun Kemandirian Persyarikatan Untuk Masa Depan Bangsa' itu, Din menegaskan, siapapun pemegang pemerintahan di Indonesia, dan bagaimanapun kondisi yang terjadi di Indonesia, Muhammadiyah akan tetap berkomitmen dalam memajukan bangsa. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
Muhammaddiyin @ Minggu, 27 Desember 2009 | 21:17 WIB
Pak Din, jangan jadikan Muhammdiyah jadi partai politik, karena Bapak tidak mendapat jabatan pada rezim yang sekarang. "Hidupkanlah Muhammdsiayah, jangan cari hidup dengan Muhammdiyah".
jantung @ Minggu, 27 Desember 2009 | 21:10 WIB
Din S slah pilih profesi bukan di Muhammadiyah tempatnya masuk parpol biar bs cuap2 dan ikut demo sby adlah pilihan rakyat klo anda org pendukung demokrasi harus berbesar hati mengakui itu,jangan kayak preman pasar aja.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.