inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Hadapi FTA, Pemerintah Galang Kampanye Putih

Headline
Oleh: Rosdianah Dewi
Senin, 28 Desember 2009 | 12:32 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Agar Free Trade Agreement Asean-Cina (FTA) tidak lepas kontrol, pemerintah akan menggalakkan white campaign (kampanye putih / aksi terjun ke lapangan) untuk awasi pasar.

"Saya minta untuk melakukan white campaign. Sesuai dengan Inpres No.5, untuk melakukan suatu pengawasan peredaran pasar," ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan Edy Putra Irawadi di Gedung Menko Perekonomian, Senin (28/12).

Ia mengungkapkan, kampanye putih diperlukan untuk membendung barang-barang FTA agar jangan terlalu lepas kontrol. "Meski tidak menggunakan instrumen tarif, masuknya barang impor tetap dapat dibendung," ujarnya.

Kampanye putih ini, ungkap Edy, bisa dilakukan dengan melihat apakah produk yang masuk ke Indonesia berbahasa Indonesia atau tidak, produk telah sesuai standar atau tidak, kemudian produk berlabel halal atau tidak, atau berbagai cara lain.

Lebih lanjut ia mengatakan, tim pengawasan FTA telah terbentuk. "Selama ini sudah ada. Dan pada tim juga disebut akan mengalami penambahan anggota misalnya dari sisi akademisi, pengusaha dan
masyarakat secara umum," pungkasmya. [mre/hid
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.