INILAH.COM, Jakarta - Agar Free Trade Agreement Asean-Cina (FTA) tidak lepas kontrol, pemerintah akan menggalakkan white campaign (kampanye putih / aksi terjun ke lapangan) untuk awasi pasar.
"Saya minta untuk melakukan white campaign. Sesuai dengan Inpres No.5, untuk melakukan suatu pengawasan peredaran pasar," ujar Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan Edy Putra Irawadi di Gedung Menko Perekonomian, Senin (28/12).
Ia mengungkapkan, kampanye putih diperlukan untuk membendung barang-barang FTA agar jangan terlalu lepas kontrol. "Meski tidak menggunakan instrumen tarif, masuknya barang impor tetap dapat dibendung," ujarnya.
Kampanye putih ini, ungkap Edy, bisa dilakukan dengan melihat apakah produk yang masuk ke Indonesia berbahasa Indonesia atau tidak, produk telah sesuai standar atau tidak, kemudian produk berlabel halal atau tidak, atau berbagai cara lain.
Lebih lanjut ia mengatakan, tim pengawasan FTA telah terbentuk. "Selama ini sudah ada. Dan pada tim juga disebut akan mengalami penambahan anggota misalnya dari sisi akademisi, pengusaha dan
masyarakat secara umum," pungkasmya. [mre/hid