Senin, 28 Mei 2012 | 20:35 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Blokade Israel Masih Terjadi
Gaza yang Masih Berduka
Headline
Oleh: Vina Ramitha
web - Selasa, 29 Desember 2009 | 05:55 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Setahun lalu, Israel memulai serangan ke Jalur Gaza dan tak memperdulikan kecaman dunia. Namun hingga kini, warga di wilayah Palestina itu masih menitikkan air mata.
"Sebuah seremoni digelar pada Minggu (27/12) di luar gedung Konsul Legislatif Palestina. Gedung itu merupakan salah satu sasaran pertama agresi Israel," ujar Ismail Haniya, PM sah Palestina yang disingkirkan faksi Fatah, kepada Al Jazeraa, Senin (28/12).
Terdengar sebuah sirine udara dibunyikan pada hari itu, tepat pukul 11.20. Ketika itu, setahun lalu, Israel menjatuhkan bom mereka dari pesawat ke tanah Palestina. Hal ini terus berlangsung hingga 22 hari, hingga menewaskan hampir 1.400 warga.
Sebagian besar di antaranya rakyat sipil, termasuk 400 anak-anak. Pihak Hamas menyatakan korban tewas sebenarnya mencapai 1.600 warga. Sementara dari pihak Israel, korban hanya 13 orang. Sepuluh di antara mereka adalah serdadu dan tiga lainnya warga biasa.
Faksi terbesar kedua Palestina yang menguasai wilayah Gaza, Hamas, menolak klaim bahwa agresi yang disebut 'Operation Cast Lead' itu membuat mereka lemah. Jubir Al Qassam atau brigade militer Hamas, Abu Obeida, menolak menyebut Palestina jadi lemah.
"Kami memang terpengaruh oleh perang ini, tapi kami bisa bersatu lagi. Meski saat itu perang dan kami sedang terkena dampak yang luar biasa. Kami bisa kembali mempersenjatai diri," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan pejabat senior Hamas, Dr Ahmad Yousuf. "Gerakan politik masih kuat meski serangan Israel benar-benar membuat kami menderita. Israel gagal mencapai apa yang mereka ingin lakukan di sini, dalam hal apapun," kata mantan penasihat utama Haniya ini.
Ia menegaskan Hamas masih berdiri tegak dan menyesal wilayah pesisir itu masih saja berada di bawah penjajahan. Israel malah mendapat kritik karena menolak menyediakan suplai untuk rekonstruksi infrastruktur Gaza yang mereka luluh lantakkan.
"Saat ini, masih ada 25 ribu rumah di Gaza yang masih diperbaiki. Kami tak bisa melakukannya jika Israel masih melarang suplai semen ke Gaza," tutur mantan Menteri Informasi Palestina, Mustafa Barghouti.
Kritik Barghouti juga ditujukan kepada pemerintah Palestina yang dianggap tidak mampu menekan dunia internasional agar lebih tegas terhadap Negara Yahudi itu. Ia mempertanyakan mengapa tak ada yang mau membantu Gaza memulihkan diri. "Mengapa Eropa dan negara penyumbang lain tak mau mengirim kapal untuk membantu rekonstruksi kami," lanjutnya.
Pekan lalu, kelompok pembela HAM, termasuk Amnesty Internasional dan Oxfam melansir pernyataan bersama. Mereka mengatakan dunia telah mengkhianati penduduk sipil Gaza karena gagal membuat Israel menghentikan blokadenya.
Bahkan selama setahun belakangan ini, hanya 41 truk bantuan yang diperbolehkan memasuki Gaza untuk mengirimkan suplai. Sesaat setelah perang, truk bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga ikut diserang. Tetap saja, tak ada tindakan tegas untuk Negeri Zionis itu.
Miliaran janji telah diberikan ketika para negara penyumbang menghadiri sebuah konferensi di Mesir pada Maret lalu. Pihak yang mengklaim sebagai komunitas internasional itu terdiri dari AS, Uni Eropa, sejumlah negara Arab, dan Palestina.
Hingga kini, data kerusakan tak banyak berubah sejak perang setahun lalu. Dari 640 sekolah di Gaza, 18 hancur total dan 280 rusak berat. Sebanyak 250 siswa dan 15 guru tewas. Dari 122 fasilitas kesehatan yang diprakarsai Badan Kesehatan Dunia (WHO), 48% rusak total.
Listrik hanya berfungsi dengan baik 10% dan sisanya masih harus terkena pemadaman 4-8 jam per hari karena hancurnya instalasi listrik. Tanah pertanian kini hanya bisa digunakan 46% karena bahan kimia senjata merusak tanah.
Ekspor tahunan Gaza yang mencapai 130 ribu ton tomat, bunga, stroberi, dan buah-buahan lain per tahun kini turun ke nol. Upaya perdamaian Israel dan Palestina pun masih saja menemui jalan buntu, meski Mesir telah berusaha menjadi mediator. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
azzam
Selasa, 29 Desember 2009 | 12:27 WIB
mari singkirkan penjajahan dari muka dunia
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.