inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pro SBY Keluarkan Gurita Bisnis Kalla (3)

Headline
Presiden SBY - sbypresidenku.com
Oleh:
Selasa, 29 Desember 2009 | 00:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Melalui situs resmi SBYPresidenku.com, pro SBY mengeluarkan tulisan tentang Gurita Bisnis Kalla. Yang menarik, berita ini sudah dikeluarkan akhir Juni 2009. Berikut isi lengkap tulisan bagian ke-3.


Intervensi yang juga paling sering dikemukakan adalah menyangkut proyek Monorel. Rencana proyek ini hampir kandas setelah konsorsium pemenang ternyata tak punya cukup duit.

Belakangan Bukaka masuk dan memimpin konsorsium. Mereka mendesak bank-bank BUMN untuk mengucurkan kredit. Karena mendapat sorotan, akhirnya diupayakan dengan cara tipuan: Pura-puranya
ada dana dari Dubai.

Belakangan ketahuan investor Dubai itu hanyalah arranger keuangan saja, sebab yang menyetor duit itu rencananya adalah Bank-Bank plat merah (Mandiri, dll). Yang paling disoroti dari proyek ini adalah permintaan jaminan pemerintah.

Dalam hal ini Bukaka mengklaim potensi penumpang yang sangat besar. Jika jumlah penumpang itu tak tercapai maka sisanya adalah kerugian yang harus ditanggung pemerintah!

Selain itu, grup Kalla juga diketahui menjadi bagian dari konsorsium yang mendapat konsesi dalam pembangunan apartemen murah 1000 tower. Tak mengherankan jikalau Kalla-lah yang paling ngotot dan sebagai akibatnya Pemda Jakarta dipaksa mengabaikan
berbagai pelanggaran yang dilakukan pengembang yang membangun apartemen murah ini.

Jika tak dihentikan, daerah seputar apartemen murah bakal jadi daerah super crowded karena pengembang membangun unit yang jauh melebihi daya dukung lingkungannya.

Meski selalu menyebut ogah asing, pada dasarnya Kalla sudah lama menjalin relasi dengan perusahaan asing. Terakhir, Adik bungsu Jusuf Kalla, Suhaelly Kalla, terjun ke bisnis mobil produksi Cina. Suhaelly dengan perusahaan PT IGC International menjadi distributor mobil merek Geely di Indonesia.

Menurut Suhaelly, keterlibatan dalam bisnis mobil Cina karena peluangnya cukup menarik. Geely mampu menghasilkan produk yang kompetitif dengan harga lebih murah. Harga sedan dibawah Rp 100 juta tiap unit, kata Suhaelly, dalam acara peluncuran mobil Geely CK CKD (completely knock down), Jakarta (16/5).

Dalam soal Blok D Alpha Natuna, Kalla terlihat agresif dan seperti menentang dominasi perusahaan-perusahaan migas asal Amerika Serikat. Yang tak diketahui, Kalla merangkul perusahaan migas Eropa. Salah satu yang dijagokannya adalah perusahaan migas asal Norwegia.

Yang menarik, di tingkat domestik, menantunya yang kerap dipanggil dengan Tono Kalla sudah menjalin kerjasama dengan BUMD Kab Natuna untuk menampung jatah saham yang harus dialokasikan kepada pemda. Duit yang dibutuhkan untuk
membeli saham itu mencapai Rp 20 triliun.

Hingga kini, Tono Kalla masih mencari kreditor yang mau mengucurkan kredit padanya. Kehadiran Tono ini jadi tak asyik karena maksud awal Pemda Natuna menggandeng Tono adalah dengan asumsi Tono cukup punya duit untuk menjadi patnernya pemda setempat.[habis/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
13 Komentar
amir @ Jumat, 1 Januari 2010 | 20:34 WIB
Buat lutfi, menkeu kok berani talangi robert yang sudah sekarat. Tapi proyek listrik dan monorel yang pasti banyak manfaatnya diacuhkan. Saya kira hanya untuk mencegah menambah pupularitas JK jika proyek ini berjalan apalagi menjelang pemilu. Buktinya sekarang baru mauu digenjot
Wong Yogya @ Rabu, 30 Desember 2009 | 16:14 WIB
khoirun nas anfauhum lin-nas (sebaik-baik manusia di dunia dan di akherat adalah yang bermanfaat bagi bangsa dan negaranya) Mengapa, setelah munculnya buku "Gurita Cikeasnya-Aditjondro" Pak JK kok ditarik-tarik. Pak JK itu pahlawan Lho, pahlawan perdamaian. Saya akhirnya semakin yakin kalau Cikeas itu banyak guritanya. Menurut saya, sesuai dengan ajaran Islam kita harus membuktikan secara jujur, berani, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan. Ingat saudaraku uang 6,7 triliun itu kalau pecahan 100-ribuan bisa sebanyak 6500 truk gandeng.
Des @ Rabu, 30 Desember 2009 | 13:03 WIB
hemat saya jauh lebih mulia Pak Kalla yang sebelum menjadi pejabat Negara sudah kaya raya dan punya banyak perusahaan, dari pada setelah jadi pejabat baru kaya raya dan punya banyak perusahaan, sekarang bukan jamannya lagi mencari kambing hitam atau lempar batu sembunyi tangan.
yunus @ Rabu, 30 Desember 2009 | 11:48 WIB
Capedeh dengar pidato, bukti nyata perlu
sions @ Rabu, 30 Desember 2009 | 07:06 WIB
Kenapa mesti ribut kan sudah dari dulu jk memang seorang pengusaha, justru yang salah adalah jika dia berasal dari pejabat pemerintah dan tiba-tiba punya banyak usaha itu yang salah
A.Budianto @ Selasa, 29 Desember 2009 | 23:02 WIB
Kok baru sekarang dipersoalkan,pada hal Bp.MOHAMMAD YUSUP KALLA sudah jadi pengusa sebelum jadi WAPRES.salahnya sendiri SBY memilih wapres seorang pengusaha.Pada hal jasa beliau membantu SBY selama jadi wapres sangat besar .Bisa2 ini utk mengalihkan perhatian karena terbentuknya pansus CENTURY dan GURITA PURI CIKEAS,yg akan membongkar KORUPTOR TERBESAR di negeri ini.Karena skrg kejelekan ditutupi dan dipoles dari PIDATO YG MULUK2Kok baru sekarang dipersoalkan,pada hal Bp.MOHAMMAD YUSUP KALLA sudah jadi pengusa sebelum jadi WAPRES.salahnya sendiri SBY memilih wapres seorang pengusaha.Pada hal jasa beliau membantu SBY selama jadi wapres sangat besar .Bisa2 ini utk mengalihkan perhatian karena terbentuknya pansus CENTURY dan GURITA PURI CIKEAS,yg akan membongkar KORUPTOR TERBESAR di negeri ini.Karena skrg kejelekan ditutupi dan dipoles dari PIDATO YG MULUK2Kok baru sekarang dipersoalkan,pada hal Bp.MOHAMMAD YUSUP KALLA sudah jadi pengusa sebelum jadi WAPRES.salahnya sendiri SBY memilih wapres .Pada hal jasa beliau membantu SBY selama jadi wapres.Bisa2 ini utk mengalihkan perhatian karena terbentuknya pansus CENTURY dan GURITA PURI CIKEAS,yg akan membongkar KORUPTOR TER BESAR di negeri ini.Karena kejelekan dipoles dg PIDATO YG MULUK2
shadian @ Selasa, 29 Desember 2009 | 21:38 WIB
Setelah baca Gurita Bisnis Kalla 1 - 3, malah saya bangga dan salut bahwa ternyata di Indonesia masih ada pebisnis sejati seperti Yusuf Kalla. Beliau bener2 pengusaha yang tidak mau didikte Bangsa Asing.Yang dengan tulus mau memajukan bangsanya sendiri tanpa harus memohon2 bantuan asing.. Bravo Kalla!!
Syin @ Selasa, 29 Desember 2009 | 11:20 WIB
semua hal yg diungkapkan para pendukung sby, adalah mengenai pembangunan infrastruktur & cara mempercepat pembangunannya. bukan mengenai politik & dana politik. jika pembangunan ini dilaksanakan sepenuhnya, maka bisa terjadi ledakan potensi, kita bisa saja tumbuh 20 % bukan hanya 5 %. penyertaan modal jangka pendek untuk proyek infrastruktur jangka panjang, dilakukan karena adanya deadlock ( krisis energi listrik ). jika ini tidak dilakukan, maka pertumbuhan sektor real bisa negatif. dan investor asing pun ogah menanamkan modalnya di Indonesia kalau listriknya 'byar pet'.
Lutfi @ Selasa, 29 Desember 2009 | 11:00 WIB
Pantas saja, banyak pendukung Kalla yg sakit hati sama Menkeu. Monorel khan nggak jadi, karena Menkeu nggak mau keluarin jaminan supaya dana Dubai bisa Cair.Terus Proyek transmisi juga nggak jadi krn hal yg sama. PLTA, jg nggak dapat2 dananya, sdh 3 thn kok PLTA POSO nggak jadi2.Belum lagi proyek konversi gas,yg bisa ikut tender kan koperasi.. eh.. BKK ikut2an alih2 pake nama koperasi. Untung nggak kepilih, kalo terpilih KKN bisa menggila lagi
3l34n0r4 @ Selasa, 29 Desember 2009 | 09:56 WIB
betul-betul pemimpin sejati, sebisa mungkin seluruh proyek dikerjakan oleh anak bangsa sendiri, bukan kiriman dari bangsa asing. Bukan menjadi penurut keinginan bangsa lain, yang bisa didikte seperti sapi yang di hidungnya sudah diikat.....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.