inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Ukie Jaya Mahendra

BUMI Masih Akan Melaju

Headline
Ukie Jaya Mahendra
Oleh:
Selasa, 29 Desember 2009 | 09:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta Window dressing dan replacement saham di akhir tahun diperkirakan mendongkrak saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (29/12). Saatnya beli untuk BUMI!

Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securitas mengatakan, saham BUMI akan terangkat karena faktor window dressing dan replacement saham di akhir tahun. Kelebihan dana di departemen-departemen treasury tiap perusahaan membuat investor asing dan lokal kembali masuk ke pasar.

BUMI berpeluang menembus level resistance Rp2.525 menuju level resitance berikutnya di level Rp2.700. Sedangkan level support kuatnya berada di angka Rp2.300, katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Perdagangan Senin (28/12), saham BUMI ditutup menguat Rp125 (5,49%) menjadi Rp2.400, dengan intraday Rp2.425 dan Rp2.300. Volume transaksi mencapai 138,3 juta unit saham, senilai Rp328,5 miliar dan frekuensi 5.001 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin menguat tajam, bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI dua hari terakhir perdagangan tahun ini?
Saya yakin menguat. Ini dipicu oleh faktor some thing like window dressing, baik itu window dressing sendiri maupun replacement saham di akhir tahun. Baik investor asing maupun lokal kembali masuk pasar akibat kelebihan treasury. Kelebihan dana berasal dari departemen-departemen treasury di tiap-tiap perusahaan. Karena itu, dua hari terahir perdagangan indeks akan terus mengangkat saham ini.

Akan bergerak di kisaran berapa?
BUMI berpeluang menembus level resistance Rp2.525 menuju level resitance berikutnya di level Rp2.700. Sedangkan level support kuatnya berada di angka Rp2.30. Mereka yang memiliki kelebihan budget, memanfaatkan dana tersebut untuk berinvestasi di pasar. Hal itu dilakukan setelah perusahaan bersangkutan melakukan penghitungan atas keuangan mereka di akhir tahun.
Setelah melakukan pembukuan secara menyeluruh, mereka melakukan replacement saham menjelang awal tahun. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi January Effect 2010.
Ada juga yang kembali masuk ke market dengan tujuan melakukan buy back saham untuk mengangkat harga. Ini adalah window dressing.
Saya yakin, window dressing pasti terjadi. Hanya saja tidak terjadi pada semua saham. Karena itulah saham BUMI hari ini potensial menguat. Bahkan, menurut rumor dalam dua hari perdagangan terakhir 2009 ini, BUMI akan dikerek naik ke level Rp3.000. Tapi, kalau saya lihat mencapai level Rp2.700 saja sudah hebat.

Bagaimana dengan rumor, perseroan tengah bernegosiasi dengan Huaneng Power International asal China untuk kerjasama dalam pembelian 90% saham Berau Coal?
Itu juga jadi sentimen positif. Sebelumnya, Huaneng menjadi salah satu calon pembeli saham Berau Coal tapi mengundurkan diri. Selain itu, BUMI juga disinyalir berkemungkinan untuk mengkonversi utangnya kepada China Investment Corporation (CIC) menjadi saham baru yang akan diterbitkannya hingga 10% atau 1,94 miliar saham. Ini menjadi sentimen positif bagi BUMI karena akan menurunkan rasio utangnya juga.
Tapi, menurut saya, BUMI secara teknikal sudah saatnya berbalik arah menguat. Hal ini didukung window dressing dan replacement karena harga saham BUMI masih murah sebagai persiapan January Effect. Market akan melejit sehingga mereka melakukan penempatan kembali dari sekarang. Setelah untung mereka akan merealisasikannya.

Apakah kondisi market mendukung BUMI juga?
Ya. Penguatan BUMI juga mendapat topangan dari sentimen market yang sangat positif. Hal ini ditopang data kredit sektor manufaktur Jepang yang sangat positif. Bursa saham di AS dan Eropa juga positif. Apalagi, saat ini harga minyak mentah dunia naik ke level US$78 per barel . Memang, pasar saat ini tidak terlalu fokus pada harga minyak kecuali jika level resistance berikutnya bisa ditembus di level US$85-90 per barel baru. Orang akan signifikan melakukan perburuan atas saham ini. Saat ini harga minyak masih berada di trading range antara US$70-83 per barel. Penguatan BUMI lebih karena faktor replacement pasar atas saham ini.

Lantas, apa rekomendasi Anda?
Saya rekomendasikan beli untuk BUMI. Saya masih yakin akan untung sampai January Effect 2010. [jin/ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Ainun @ Selasa, 29 Desember 2009 | 19:40 WIB
Bumi....oh bumi, kunanti janjimu ....oh bumi, rasa dukaku di pintu ....oh bumi. He....he saya masih punya bumi yang dulu harga belinya 5.000, terlambat jual.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.