INILAH.COM, Jakarta Window dressing dan replacement saham di akhir tahun diperkirakan mendongkrak saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (29/12). Saatnya beli untuk BUMI!Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securitas mengatakan, saham
BUMI akan terangkat karena faktor
window dressing dan
replacement saham di akhir tahun. Kelebihan dana di departemen-departemen
treasury tiap perusahaan membuat investor asing dan lokal kembali masuk ke pasar.
BUMI berpeluang menembus level
resistance Rp2.525 menuju level
resitance berikutnya di level Rp2.700. Sedangkan level
support kuatnya berada di angka Rp2.300, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Perdagangan Senin (28/12), saham BUMI ditutup menguat Rp125 (5,49%) menjadi Rp2.400, dengan intraday Rp2.425 dan Rp2.300. Volume transaksi mencapai 138,3 juta unit saham, senilai Rp328,5 miliar dan frekuensi 5.001 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin menguat tajam, bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI dua hari terakhir perdagangan tahun ini?Saya yakin menguat. Ini dipicu oleh faktor
some thing like window dressing, baik itu
window dressing sendiri maupun
replacement saham di akhir tahun. Baik investor asing maupun lokal kembali masuk pasar akibat kelebihan
treasury. Kelebihan dana berasal dari departemen-departemen
treasury di tiap-tiap perusahaan. Karena itu, dua hari terahir perdagangan indeks akan terus mengangkat saham ini.
Akan bergerak di kisaran berapa?BUMI berpeluang menembus level
resistance Rp2.525 menuju level
resitance berikutnya di level Rp2.700. Sedangkan level
support kuatnya berada di angka Rp2.30. Mereka yang memiliki kelebihan
budget, memanfaatkan dana tersebut untuk berinvestasi di pasar. Hal itu dilakukan setelah perusahaan bersangkutan melakukan penghitungan atas keuangan mereka di akhir tahun.
Setelah melakukan pembukuan secara menyeluruh, mereka melakukan
replacement saham menjelang awal tahun. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi
January Effect 2010.
Ada juga yang kembali masuk ke market dengan tujuan melakukan
buy back saham untuk mengangkat harga. Ini adalah
window dressing.
Saya yakin,
window dressing pasti terjadi. Hanya saja tidak terjadi pada semua saham. Karena itulah saham BUMI hari ini potensial menguat. Bahkan, menurut rumor dalam dua hari perdagangan terakhir 2009 ini, BUMI akan dikerek naik ke level Rp3.000. Tapi, kalau saya lihat mencapai level Rp2.700 saja sudah hebat.
Bagaimana dengan rumor, perseroan tengah bernegosiasi dengan Huaneng Power International asal China untuk kerjasama dalam pembelian 90% saham Berau Coal?Itu juga jadi sentimen positif. Sebelumnya, Huaneng menjadi salah satu calon pembeli saham Berau Coal tapi mengundurkan diri. Selain itu, BUMI juga disinyalir berkemungkinan untuk mengkonversi utangnya kepada China Investment Corporation (CIC) menjadi saham baru yang akan diterbitkannya hingga 10% atau 1,94 miliar saham. Ini menjadi sentimen positif bagi BUMI karena akan menurunkan rasio utangnya juga.
Tapi, menurut saya, BUMI secara teknikal sudah saatnya berbalik arah menguat. Hal ini didukung
window dressing dan
replacement karena harga saham BUMI masih murah sebagai persiapan
January Effect. Market akan melejit sehingga mereka melakukan penempatan kembali dari sekarang. Setelah untung mereka akan merealisasikannya.
Apakah kondisi market mendukung BUMI juga?Ya. Penguatan BUMI juga mendapat topangan dari sentimen market yang sangat positif. Hal ini ditopang data kredit sektor manufaktur Jepang yang sangat positif. Bursa saham di AS dan Eropa juga positif. Apalagi, saat ini harga minyak mentah dunia naik ke level US$78 per barel

. Memang, pasar saat ini tidak terlalu fokus pada harga minyak kecuali jika level
resistance berikutnya bisa ditembus di level US$85-90 per barel baru. Orang akan signifikan melakukan perburuan atas saham ini. Saat ini harga minyak masih berada di
trading range antara US$70-83 per barel. Penguatan BUMI lebih karena faktor
replacement pasar atas saham ini.
Lantas, apa rekomendasi Anda?Saya rekomendasikan beli untuk BUMI. Saya masih yakin akan untung sampai
January Effect 2010. [jin/ast]