INILAH.COM, Jakarta Presiden Korea memberi amnesti pada pebisnis paling kaya dan paling berpengaruh, pendiri Samsung Lee Kun-hee atas keputusan pengadilan terkait hukuman penggelapan pajak.
Hal ini dilakukan sebagai usaha Korea Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade 2018.
Keputusan ini dibuat agar Lee bisa mendapatkan kembali posisinya di Komite Olimpiade Internasional dan membentuk situasi yang lebih baik untuk Olimpiade 2018 yang akan berlangsung di Pyongchang, kata Lee Kwi-nam usai sidang kabinet pengampunan itu.
Lee Kun-hee turun dari chairman pada bulan April 2008 setelah terlibat skandal di mana pejabat grupnya terindikasi menjadi makelar agar anak-anaknya lebih memiliki peran di dalam kepemilikan perusahaan.
Lee Kun-hee bebas dari tuntutan tetapi menghadapi hukuman penjara tiga tahun yang tertunda atas pengelakan beban pajak.
Di bawah kepemimpinan Lee, Samsung menjadi konglomerat terbesar di Korea Selatan dengan 60 perusahaan afiliasi dan berkontribusi dalam ekspor negara di posisi kelima.
Bendera usahanya Samsung Electronics menjadi produsen memory chip terbesar di dunia. Grup tersebut juga termasuk di dalamnya Samsung Heavy Industries, pembuat kapal laut terbesar ketiga di dunia dan juga perusahaan asuransi Samsung Life terbesar di Korea Selatan.
Presiden Korea Selatan punya sejarah panjang dalam hal pengampunan kepada keluarga konglomerat yang disebut Chaebol, dinailai jasa mereka melebihi noda karena kejahatan kerah putih.
Korea Selatan yang dua kali gagal dalam mengincar olimpiade musim dingin, ingin mencoba kembali menjadi tuan rumah Olimpiade 2018 di daratan pegunungan Pyongchang.
Lee kehilangan hak dan kewajibannya sebagai anggota IOC akibat skandal pengelakan pajak dan jika diampuni oleh Pemerintah Korea Selatan dia bisa kembali dengan mudah melanjutkan keanggotaannya di badan tersebut, dan memuluskan Pyongchang.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !