Senin, 28 Mei 2012 | 20:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Century 'Tenggelamkan' 100 Hari Pemerintahan
Headline
Jafar Hafsah - inilah.com /Agung Rajasa
Oleh:
web - Selasa, 29 Desember 2009 | 18:20 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR Jafar Hafsah menilai berbagai program kerja 100 hari pemerintahan SBY-Boediono telah berjalan sesuai target, namun capaian itu seolah 'dikalahkan' oleh pemberitaan kasus Bank Century.

"Sebenarnya program 100 hari pemerintahan ini sudah berjalan dengan baik disemua lini dan aspek," katanya kepada pers saat menyampaikan penilaiannya atas pencapaian 100 hari kerja pemerintahan dan refleksi akhir tahun 2009 di Jakarta, Selasa (29/12).

Jafar Hafsah menjelaskan pemerintahan SBY sedang melanjutkan apa yang telah dicapai pada periode 5 tahun sebelumnya, dan program 100 hari saat ini hanya sekedar prolog untuk lima tahun mendatang.

Berbagai program kerja pemerintahan yang terus berlanjut, tetapi tidak mendapat perhatian media sehingga seolah-olah tidak terdengar di masyarakat itu seperti program bantuan operasional sekolah (BOS), raskin, pembangunan infrastruktur diberbagai daerah dan lain sebagainya.

"Sekarang ini masalah Century seolah-olah menjadi segala-galanya dan semua perhatian terfokus ke sana, sehingga mengabaikan hal-hal lain yang juga penting," kata Jafar yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Jadi, ia menambahkan, persoalan sesungguhnya adalah pemberitaan media yang tidak proporsional lagi dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

Ditegaskannya bahwa partainya berharap semua pihak proporsional dalam memandang persoalan dan memberikan perhatian untuk penyelesaiannya, termasuk untuk kasus Century yang semua pihak telah bersepakat agar persoalan itubisa diselesaikan dengan baik.

Ditanya mengenai koalisi pendukung pemerintahan yang terkesan mulai retak pasca hadirnya angket Century DPR, Jafar yang juga Ketua DPP PD itu berpendapat koalisi untuk mendukung pemerintahan SBY itu pada hakikatnya hanya diikat oleh kesepakatan dan bukan dengan bahasa-bahasa hukum.

"Berarti disini yang ada hanya kepercayaan, dan etika. Ada komitmen dan konsekuensi yang harus dipenuhi anggota koalisi itu," katanya.

Dijelaskannya pula bahwa koalisi itu juga ada di sejumlah tingkatan, yakni pada jenjang eksekutif, lembaga legislatif dan di tingkat pusat serta daerah-daerah.

Untuk koalisi ditingkat eksekutif, menurut dia, semua porsi untuk anggota koalisi sudah dipenuhi presiden SBY. Sementara untuk di legislatif, seharusnya ada konsekuensi-konsekuensi dari para anggota koalisi itu yang sejalan dengan di eksekutif.

Namun demikian, Jafar menilai, berbagai dinamika yang terjadi di kalangan anggota koalisi pendukung pemerintahan dan di panitia angket Century DPR masih dalam batas yang wajar, karena para anggota DPR itu juga menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

"Dengan adanya angket Century ini memang seolah-olah ada keretakan koalisi. Tapi sebenarnya itu semua masih dalam batas mereka menjalankan tugas sebagai wakil rakyat yang juga proporsional," katanya. [*/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.