INILAH.COM, Jakarta - Penulis buku 'Membongkar Gurita Cikeas' George Yunus Aditjondro menyebut salah satu sumber yang dijadikan bahan tulisannya di bukunya itu dari INILAH.COM.
Hal ini disampaikannya saat didesak Denny Indrayana, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum terkait sumber terkait keterlibatan yayasan Mutumanikam dalam penggalangan dana ke pemenangan SBY dalam pilpres lalu. "Dari berita INILAH.COM, menyimpulkan Artalita bendahara Mutumanikam," tukasnya dalam sebuah acara di salah satu televisi swasta, Selasa (29/12) malam.
Sebelumnya disebut-sebut Artalyta yang kerap disapa Ayin menjabat Bendahara di Yayasan Mutumanikam Nusantara. Organisasi ini merupakan besutan first lady, Ibu Ani Yudhoyono.
Menurut Aditjondro, Artalita juga merupakan pemimpin anak perusahan Gajah Tungal milik Syamsul Nursalim. Jadi, penggalangan dana dari yayasan tersebut ada kaitannya dengan pembebasan Syamsul Nursalim.
Dalam buku yang ditulis Aditjondro itu menyebutkan, ada tiga yayasan yang berafiliasi dengan Ani Yudhoyono. Yakni, Yayasan Mutu Manikam Nusantara, yang diketuai Ny. Herawati Wirayuda (isteri Menlu waktu itu); Yayasan Batik Indonesia, yang diketuai oleh Yultin Ginanjar Kartasasmita (isteri Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita), dan Yayasan Sulam Indonesia, yang diketuai oleh Ny. Triesna Wacik, isteri Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, merangkap Ketua Dewan Pembina Yayasan Puri Cikeas.
Di antara ketiga yayasan itu yang paling kontroversial adalah Yayasan Mutu Manikam Nusantara. Bukan karena diketuai oleh isteri Menlu waktu itu, tapi karena jabatan Bendaharanya dipegang oleh Artalyta Suryani, yang lebih akrab dengan panggilan "Ayin". Kedekatan Ayin-yang tertangkap tangan menyogok jaksa Urip Tri Gunawan-dengan Ani, mengurangi ketegasan KPK dalam membongkar seluruh jejaring korupsi di belakang sang 'markus' (makelar kasus), khususnya Syamsul Nursalim, boss Gajah Tunggal, yang terlibat dalam skandal BLBI yang masih menyisakan kerugian Rp 4,2 trilyun bagi Negara. Ironisnya, Ny. Ani Yudhoyono -lah yang meresmikan Alun-Alun Indonesia milik Syamsul Nursalim, tanggal 29 Oktober 2007.
Menurut George, data keterlibatan Ayin dengan Ani Yudhoyono dalam bukunya itu dikutip dari INILAH.COM. Namun, yang dikutip Aditjondro tidaklah utuh. Sebab, dalam pemberitaan yang ditulis INILAH.COM telah memuat bantahan dari pihak istana terkait dengan isu kedekatan Ayin dengan Ibu Negara.[cms/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !