Senin, 28 Mei 2012 | 20:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gurita Cikeas Ditolak Pansus Mentah-mentah
Headline
Eva Kusuma Sundari - inilah.com /Dokumen
Oleh: Dwifantya Aquina
web - Rabu, 30 Desember 2009 | 00:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pansus tak akan menggunakan buku 'Gurita Cikeas' karya George Junus Aditjondro sebagai referensi. Penolakan itu dikarenakan buku tersebut dianggap bukan data yang resmi.

"Enggaklah, saya enggak setuju kalau buku (karangan) George dijadikan referensi. Itu kan bukan data resmi. Lagipula Pansus telah membuat kategorisasi untuk tahap pemeriksaan. Kami konsisten mengikuti flow dari BPK dan merujuk data PPATK," ujar anggota Pansus Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Selasa (29/12).

Sejak awal Eva memang setuju jika buku 'Membongkar Gurita Cikeas' karya George Junus Aditjondro dijadikan sebagai bahan bacaan guna melengkapi background terkait kasus Century. Namun jika buku sensasional ini dijadikan referensi bagi Pansus, justru akan semakin memperumit penyelidikan.

"Sebagai bahan bacaan untuk memperluas background saya akui buku (karangan) George ini bagus karena menggunakan analisis media. Sebelumnya kan informasinya lepas-lepas, sekarang setelah dikumpulin jadi satu sama George jadi membuka analisa pikiran kita," tutur Eva.

Disamping itu, Eva juga tidak sepakat bila nantinya pemeriksaan yang dilakukan Pansus dibayang-bayangi oleh informasi yang terangkum dalam buku Aditjondro. "Kalau begitu nanti jadi panjang dan berlarut-larut. Pansus juga harus memanggil pihak Aantara yang dikait-kaitkan, Djoko Tjondro, dan pihak lainnya, sedangkan waktu kami tak banyak untuk menuntaskan kasus Century ini," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Galih
Rabu, 30 Desember 2009 | 08:24 WIB
George Aditjondro adalah Profesor Doktor yang nggak punya nalar dan logika ilmiah sehingga tulisannya banyak mengandung unsur isu/gosip dan katanya-katanya. Negara ini sangat rugi besar mempuny
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.