Minggu, 27 Mei 2012 | 11:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Gina Novrina Nasution
BUMI akan Bertahan di Jalur Hijau
Headline
Gina Novrina Nasution
Oleh:
web - Rabu, 30 Desember 2009 | 10:39 WIB
INILAH.COM, Jakarta Menyusul koreksi tajam 20% pekan lalu, saham PT Bumi Resources (BUMI), Rabu (30/12), hari terakhir perdagangan tahun ini diprediksikan menguat. Trading buy untuk BUMI!

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan, BUMI hari ini berpeluang menguat, menyusul koreksi pekan lalu yang mencapai 20%. Karena itu, sangat wajar bagi emiten ini untuk berbalik arah di jalur penguatan. Meski kenaikannya hanya berkisar 4-5%.

Hari ini BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.625 dan Rp2.400 sebagai level support-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Pada perdagangan Selasa (29/12) saham BUMI ditutup menguat Rp100 (4,16%) menjadi Rp2.500, dengan intraday Rp2.500 dan Rp2.400. Volume transaksi mencapai 152,7 juta unit saham senilai Rp376,3 miliar dan frekuensi 5.992 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Di hari terakhir perdagangan tahun ini, apakah BUMI akan ditutup positif?
BUMI masih akan berada di jalur hijau. Pemicu penguatannya karena pelemahan pekan lalu yang mencapai 20%. Karena itu, sangat wajar bagi BUMI untuk berbalik arah ke jalur penguatan. Persentase kenaikannya saya kira tidak akan jauh berbeda dengan kemarin dan hari sebelumnya sekitar 4 sampai 5%.

Kisaran pergerakannya?
Hari ini BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.625 dan Rp2.400 sebagai support-nya. Penguatan BUMI merupakan pembalikan arah dalam jangka pendek. Namun, kenaikannya pekan ini tidak dapat mengimbangi pelemahan pekan lalu, meskipun BUMI sangat tergantung pada keputusan pasar.

Seberapa besar potensi kenaikan BUMI pekan ini?
Menurut Saya, penguatan BUMI tidak akan mencapai 20%. Paling-paling hanya 15% sepanjang pekan ini. Sebab, pekan ini hanya tersisa tiga hari perdagangan karena terpotong libur akhir tahun. Sedangkan pekan lalu, berlangsung empat hari perdagangan. Jadi, nggak cukup waktu bagi BUMI untuk menguat sesuai koreksi pekan lalu.

Bagaimana sentimen harga minyak yang kini di level US$79 per barel?
Ya, itu juga jadi penopang penguatan BUMI. Kenaikan harga minyak dunia saat ini sudah kembali berada di atas level US$75 per barel dibandingkan pekan lalu yang masih berdada di kisaran US$73-74 per barel. Sekarang harga minyak sudah berada di level US$ 79 per barel. Karena itu, penguatan BUMI juga karena sentimen positif di harga komoditas.

Lalu, seperti apa sentimen market terhadap BUMI?
Sentimen dari market regional dan global akan bergerak positif seiring kenaikan harga minyak mentah dunia. Di sisi lain, pada saat bursa Indonesia libur pekan lalu, bursa luar bergerak positif. Karena itu, penopang penguatan indeks cukup kuat, termasuk BUMI.
Pada saat yang sama, net buy asing di bursa kemarin mencapai Rp400 miliar. Apalagi, rasio transaksi BUMI sendiri sangat tinggi terhadap IHSG ^JKSE hingga mencapai 15%. Bahkan sehari sebelumnya mencapai 20%. Meskipun memang transaksi indeks saat ini di bawah Rp5 triliun namun masih di atas Rp2 triliun.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saya rekomendasikan trading buy . [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.