Minggu, 27 Mei 2012 | 11:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PT Darma Henwa (DEWA)
Bidik Newmont Gelar Rights Issue
Oleh: Asteria
web - Rabu, 30 Desember 2009 | 11:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta Peluang menjadi kontraktor pada pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara kini terbuka lebar. Untuk memuluskan aksinya, PT Darma Henwa (DEWA) pun menggelar rights issue demi memperbaiki kinerjanya.
Rights issue ini penting untuk fundamental perseroan. Kami melihat prospek batubara cukup menjanjikan di masa depan, ujar Direktur Umum DEWA Adwin H Suryohadiprojo seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), di Jakarta, baru-baru ini.
Pada pertengahan Januari 2010, DEWA berencana melakukan rights issue dengan melepas 6,24 miliar saham di harga pelaksanaan Rp100 per unit. Setiap lima saham lama yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 11 Januari 2010 akan mendapat dua hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) untuk membeli dua saham baru seharga Rp100.
HMETD dapat dilaksanakan dan diperdagangkan di BEI mulai 13-19 Januari 2009 dengan pembeli siaga PT Danatama Makmur. Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya, kepemilikannya akan terdilusi maksimal 28,57% setelah pelaksanaan rights issue.
Dari total dana tersebut, sebanyak 68,5% atau sebesar Rp 427,52 miliar akan dipergunakan untuk melunasi utang. Lalu, sisanya 7,61% atau Rp 47,52 miliar akan dialokasikan untuk membeli peralatan berat dan sebesar 23,93% atau Rp149,42 milar untuk modal kerja perusahaan di 2010.
Saat ini besar utang DEWA mencapai US$193 juta atau Rp1,833 triliun, dimana sebanyak US$45 juta atau Rp427,5 miliar akan dilunasi dan US$75 juta atau Rp712,5 miliar akan direstrukturisasi.
Komposisi pemegang DEWA saat ini adalah Zurich Asset International sebesar 25,64% dan Goldwave Capital Limited 24,75%. Kemudian masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% memiliki 49,61%. Selain itu, BUMI secara tidak langsung juga memiliki 44% saham DEWA lewat Zurich dan Goldwave.
DEWA saat ini gencar mencari dana lewat penerbitan saham baru, untuk memperbaiki kinerjanya. Aksi ini dilakukan dengan tujuan, agar perseroan memperoleh kesempatan sebagai kontraktor pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara.
Hal ini terjadi menyusul kemenangan PT Bumi Resources (BUMI), induk usaha DEWA atas 24% saham Newmont. "Meski belum mendapat tawaran dari BUMI, kemungkinan itu selalu terbuka dan kami akan menyasar ke sana. Tentunya, kami harus memperkuat perusahaan dulu sebelum ke arah itu," kata Adwin.
BUMI melalui PT Multicapital, baru saja membeli 24% saham Newmont. Porsi saham itu merupakan jatah divestasi perusahaan emas dan tembaga itu periode 2006-2009. Multicapital, Pemprov Nusa Tenggara Barat, Pemkab Sumbawa, dan Pemkab Sumbawa Barat, mendirikan PT Multi Daerah Bersaing untuk membeli saham Newmont.
Kinerja DEWA agak melemah pada kuartal ketiga 2009 kemarin, dimana pendapatan turun 8,7% menjadi US$ 151juta. Manajemen menilai, hal ini akibat berkurangnya produksi batubara. Namun, perseroan berhasil melakukan pemindahan tanah sebesar 40,49bcm dari target hingga akhir tahun 45bcm, atau naik 10% yoy.
Prospek kinerja yang membaik seiring pulihnya ekonomi global, mendorong perseroan mematok pendapatan 2010 naik 20% menjadi US$260 juta, dari US$200 juta pada 2009. Adapaun EBITDA diperkirakan menjadi US$77,3 juta.
Sementara target pemindahan tanah pada 2010 sebesar 92,49bcm (+100% yoy). Kontirbusi pendapatan terbesar berasal dari kontrak pertambangan batubara dari KPC dan Arutmin. Sedangkan produksi barubara di Bengalon mencapai 7 juta ton. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.