inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bank-bank Digenggaman Jamsostek

Headline
istimewa
Oleh: Bastaman
Kamis, 31 Desember 2009 | 11:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Keinginan Jamsostek untuk memiliki bank akhirnya terwujud juga. Pekan lalu, pengelola uang kaum buruh itu membeli 3,58% Bank BTN melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).
Dengan harga penawaran Rp 800 per saham, maka untuk menguasai 3% saham BTN itu Jamsostek telah mengeluarkan dana Rp 250 miliar. Seperti diketahui, belum lama ini BTN melepas 27,08% (2,36 miliar saham).
Dengan status sebagai perusahaan publik, Jamsostek sebenarnya bisa melakukan pernyertaan dalam jumlah lebih besar lagi. Setidaknya, penyertaan Jamsostek di BTN bisa hingga 5% dari total aset.
Jamsostek menjadi investor dalam negeri yang paling banyak menyerap saham BTN. Dan jumlah itu bisa lebih besar lagi, kata Iqbal Latanro, Dirut BTN, baru-baru ini.
Rencana Jamsostek untuk memiliki saham BTN sebenarnya sudah muncul sejak pemerintahan Megawati Soekarno Putri. Ketika itu Jamsostek berniat ikut dalam konsorsium pembelian saham BTN bersama Bank BNI dan BUMN lainnya.
Akan tetapi rencana itu batal karena berinvestasi melalui konsorsium dinilai hasilnya kurang optimal. Pasalnya, karena BTN waktu itu bukan perusahaan publik sehingga penyertaan Jamsostek menjadi sangat terbatas. Berdasarkan aturan, Jamsostek hanya boleh melakukan penyertaan 1% dari seluruh aset mereka ke perusahaan nonpublik.
Dengan memiliki 3,58% saham BTN, kini Jamsostek akan lebih mudah menjalankan programnya. Terutama dalam penyediaan rumah bagi para pekerja sebagai stake holder utama perusahaan tersebut. Dengan jaringan BTN yang luas, peserta kita akan mendapat banyak kemudahan, kata Elvyn G Masassya, Direktur Investasi Jamsostek.
Selain BTN, Jamsostek juga berencana mengakuisisi salah satu dari Bank Agroniaga, Bank Muamalat, atau Bank Syariah Bukopin. Sejauh ini, manajemen Jamsostek memang belum mengambil keputusan.
Namun, Elvyn memastikan bahwa ketiga bank tersebut memenuhi kriteria yang diinginkan, yakni bergerak di segmen UMKM dan syariah. Kami juga sudah memiliki saham di tiga bank tersebut, kata Elvyn. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.