Senin, 28 Mei 2012 | 20:39 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Doa Bersama Buat Gus Dur Diadakan di Belanda
Headline
inilah.com /Agung Rajasa
Oleh:
web - Kamis, 31 Desember 2009 | 08:40 WIB
INILAH.COM, London - Masyarakat Indonesia di Belanda bersama staf KBRI Den Haag secara spontan melakukan doa bersama untuk mengenang KH Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) yang wafat Rabu sore atau sekitar jam 12.45 waktu Belanda.

"Berita wafatnya mantan presiden Gus Dur merebak begitu cepat ditengah masyarakat Indonesia yang tinggal di Belanda," ujar Minister Counsellor KBRI Den Haag Firdaus Dahlan, Kamis (31/12).

Firdaus Dahlan menjelaskan rasa terkejut dan duka yang dalam banyak disampaikan melalui telepon ke KBRI di Den Haag.

Untuk itu Dubes RI Den Haag, JE Habibie, segera memerintahkan untuk menggelar doa bersama dan tahlilan Rabu malam bertempat di aula KBRI Den Haag .

Dikatakannya meskipun dalam waktu yang relatif pendek, doa bersama tersebut banyak dihadiri warga masyarakat dan staf KBRI dari kalangan muslim maupun non-muslim.

Usai melakukan doa bersama, masyarakat muslim melanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an serta tahlilan bersama, ujar Firdaus Dahlan .

"Sementara itu masyarakat yang non-muslim juga melanjutkan dengan doa bersama yang ditujukan bagi almarhum Gus Dur," ujar Firdaus Dahlan.

Selain itu, KBRI Den Haag juga sudah mempersiapkan buku duka (condolence book) selama tiga hari untuk masyarakat dan kalangan Korps diplomatik yang dimulai tanggal 31 Desember, dan tanggal 4- 5 Januari 2010.

Namun demikian, mulai Rabu sore masyarakat sudah mulai berdatangan ke KBRI menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam, ujar Firdaus Dahlan.

Tahlilan dan doa bersama ini akan dilakukan secara berturut-turut selama tiga hari dan hari ketujuh di KBRI Den Haag.

Acara ini juga akan dilakukan di berbagai masjid Indonesia yang ada di Belanda serta di gereja-gereja di tempat komunitas masyarakat Indonesia tinggal di Belanda.

Menurut Firdaus Dahlan, di Belanda saat ini cukup banyak bermukim masyarakat Indonesia , teman-teman dekat Gus Dur yang dulunya sama-sama menuntut ilmu di Mesir dan Baghdad, Irak.

"Mereka juga hadir melakukan tahlilan bersama masyarakat lainnya di KBRI Den Haag," kata Firdaus Dahlan. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.