Kamis, 17 Mei 2012 | 04:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
GINSI Harapkan Dirjen Bea Cukai Kerja Maksimal
Headline
istimewa
Oleh:
web - Kamis, 31 Desember 2009 | 13:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia(GINSI) mengharapkan, Dirjen Bea Cukai baru akan menghasilkan kinerja lebih dan mampu bekerja sama dengan importir.

"GINSI memang mengusulkan agar Dirjen Bea Cukai yang baru berasal dari kalangan internal Bea Cukai sendiri," kata Ketua Umum GINSI Amirudin Saud kepada ANTARA di Jakarta, Kamis , ketika ditanya tentang penunjukan pejabat baru tersebut.

Kepala Biro Humas Ditjen Bea Cukai Evi Suhartanyo mengatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Kamis sore akan melantik Thomas Sugijata yang menggantikan pejabat lama Anwar Suprijadi..

Evi menjelaskan pejabat lama Anwar Suprijadi dilantik pada tahun 2006 dan seharusnya Anwar pensiun tahun 2008. Namun karena Anwar yang merupakan mantan Menpan berhasil menunjukkan kinerja yang baik, maka masa dinasnya diperpanjang hingga tahun 2009.

Ketua Umum GINSI Amirudin Saud mengatakan organisasi yang menghimpun para importir ini memang pernah mengusulkan agar Dirjen Bea Cukai yang baru berasal dari kalangan internal.

"Kalau pejabat baru itu berasal dari kalangan internal, maka dia tidak perlu belajar karena memang dia sejak awal belajar masalah kepabeanan . Sedangkan kalau pejabat itu berasal dari luar, maka dia harus belajar dari awal karena tidak memahami masalah kepabeanan" kata Amirudin Saud yang telah puluhan tahun memimpin GINSI..

"Kami berharap agar Dirjen Bea cukai yan baru dapat bekerja sama dengan para pengusaha terutama para importir," kata Amirudin.

Evi mengatakan, sebelum adanya penunjukan pejabat baru tersebut, maka terdapat tiga calon.

Ketiga calon itu adalah Direktur Penyidikan dan Penindakan Bea dan Cukai Thomas Sugijata, kemudian Sekretaris Ditjen Bea Cukai Kamil Sjoeib, serta Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Tanjung Balai Karimun Nasar Salim Nasar.

Ditjen Bea Cukai adalah satu lembaga di bawah Depkeu yang menghasilkan pemasukan bagi pemerintah yang terbesar selain Ditjen pajak. [*/mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.