INILAH.COM, Jakarta - Kapasitas dan intelektualitas Frans Seda dinilai sejajar dengan almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Karena keduanya menjunjung tinggi pluralisme.
Hal tersebut dikatakan Jero Wacik usai melayat alm Frans Seda di rumah duka, Jl Metro Kencana, Jakarta, Kamis (31/12). "Frans Seda adalah tokoh besar yang menghargai plurarisme. Pikiran dia bersama Gus Dur tidak pernah sempit pada suku dan golongan tertentu. Itu lah yang harus diteladani dari beliau," katanya.
Jero menambahkan selain memiliki pemikiran yang besar, beliau juga konsen atas masalah dan kepentingan negeri ini. "Dua minggu lalu saya mengunjungi beliau saat di RS, dan saat ini walaupun kondisinya sangat lemah, beliau cukup jeli memperhatikan kepentingan bangsa. Beliau memberi masukan bagaimana sektor pariwisata ke depannya," jelasnya.
Tambahnya dalam soal kemajuan pariwisata Indonesia beliau memberikan beberapa masukan ke saya diantaranya soal promosi Music Sasando. "Beruntung minggu yang lalu kami sudah resmikan Sasando di Kupang. Saya pun sedikit lega karena musik Sasando sudah diangkat, tentunya saya tidak terlalu merasa bersalah, karena saya sudah realisasikan mimpinya," jelas Jero. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !