INILAH.COM, JAkarta - Sebelum wafat, Gus Dur ternyata meninggalkan wasiat untuk PKB. Wasiat itu disampaikan langsung kepada Ketua Dewan Tanfidz PKB, Muhaimin Iskandar.
"Jadi sekitar 4 hari yang lalu salah satu asisten Gus Dur mengirimkan pesan SMS kepada saya yang menyatakan bahwa beliau kabarnya baik-baik dan sehat saja. Menyangkut PKB tenang-tenang saja, biarkan PKB tumbuh dengan normal dengan moral yan luar biasa," ujar Muhaimin di DPP PKB Menteng, Jakarta, Kamis (31/12).
Menurutnya, Gus Dur merupakan kebanggan dan kebahagiaan bagi PKB. Karena itu sebutan bapak pluralisme yang disebut presiden menjadi tanggung jawab PKB untuk meneruskan semangat dan cita-cita Gus Dur.
"Kita akan teruskan dengan sekuat tenaga. Teman-teman DPP akan bekerja keras merangkul teman-teman yang selama ini berbeda termasuk yang selama ini merasa tidak disapa akan saya ajak bergabung bersama.
Hilangnya Gus Dur, sambungnya, merupakan tantangan bagi PKB. PKB haus mampu membuktikan cita-cita Gus Dur tentang kehidupan yang modern dan nasionalisme kehidupan yang begitu maju dalam semangat dan nilai-nilai kemanusaiaannya. PKB telah memadukan antara Islam dan kebangsaan, menyatukan nasionalisme dan agama.
"Insya Allah tidak ada yang sifatnya pribadi tapi saya yakin selama ini kami telah berjuang bahwa PKB insya Allah menjadi penerus semangat cita-cita Gus Dur. Gus Dur telah mendidik dan memperkuat PKB untuk daya tahannya pada pemilu 2009. Beliau bilang pada kita saat turunnya suara kemarin, lihat saja tuh PKB tidak usah saya bantu masih bisa bertahan segitu. Beliau bangga sekali tahun 2009 diuji Gus Dur dan tidak didukung Gus Dur. Menurut Gus Dur, itu artinya PKB sudah siapa ditinggalkannya," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !