INILAH.COM, Jakarta - Tingkat inflasi 2009 akan mencapai sekitar 3% jauh lebih rendah dari rencana yang di APBN-P 2009. Rendahnya tingkat inflasi ini merupakan pencapain terbaik dalam 10 tahun terakhir.
Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Harry Z Soeratin dalam siaran pers Departemen Keuangan di Jakarta, Jumat (1/1). "Ternyata berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dan BI dalam pencapaian beberapa indikator ekonomi nasional dalam tahun 2009 menunjukan kinerja yang baik.
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV mencapai 5,2% dengan realisasi pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III telah mencapai 4,2% dengan perkiraaan pertumbuhan ekonomi selama 2009 mencapai 4,3-44%. Sejalan dengan rendahnya tingkat idflasi, suku bunga SBI 3 bulan diupayakan BI terus menurun sehingga realisasinya mencapai rata-rata 7,6%.
Selama tahun 2009, nilai tukar rupiah mengalami kecenderungan yang menguat sehingga di akhir tahun sebesar Rp9.403 per US$. Hal ini mencapai rata-rata Rp10.408 per uS$ sepanjang tahun 2009. Penguatan rupiah ini didukung tingginya cadangan devisa yang mencapai US$65,84 miliar per November 2009.
Untuk harga minyak mentah sesuai dengan yang diperkirakan mencapai rata-rata US$61,5 per barel. Sedangkan lifting minyak mentah Indonesia mencapai rata-rata 952 ribu barel per hari bph) yang berarti masih di bawah target APBN-P 2009 sebesar 950 ribu bph. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !