inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Kaji Sistem Inteligen

Kebijakan Obama di Awal 2010

Headline
yahoo.com
Oleh:
Sabtu, 2 Januari 2010 | 07:23 WIB
INILAH.COM, Honolulu - Presiden Barack Obama tengah mengkaji laporan dari penyelidikan pejabat keamanan untuk menentukan kebijakan AS dan kegagalan personil yann menyebabkan terjadinya usaha pemboman jet Detroit.

Sementara itu, mengutip AP, pejabat intelijen tengah mempersiapkan diri untuk melakukan dengar pendapat di depan Kongres tentang miskomunikasi antara badan anti-teror dan perubahan penyisiran yang diharapkan bisa menjadi perhatian Obama menonton.

Partai Demokrat yang bekerjasama dengan chorus yang dipimpin Obama perlu meningkatkan prosedur intelijen pemerintah.

Salah seorang pejabat negara senior mengatakan kesalahan informasi pihak intelijen untuk memberikan infomasi tidak bisa ditoleransi.

Menurut sumber yang terlibat dalam kajian tersebut, pemerintah saat ini tengah melakukan pembahasan secara intensif terkait hal ini.

Komite Senat Intelijen akan mengumumkan hasil dengar pendapat tersebut pada 21 Januari 2010 mendatang "Kami akan mengikuti kerja intelijen untuk menyelesaikan hal ini agar tidak mengulangi kegagalannya di masa mendatang," kata Senator dari Partai Republik dari Missouri, Kit Bond.

Obama menerima penilaian pendahuluan dari parlemen dan kemudian akan mengadakan pertemuan di Washington pekan depan untuk memperbaiki kebijakan terkait kegagalan anti terorisme yang terjadi di negaranya.


Obama memulai tahun barunya dengan menghubungi penasihat anti terorisme, John Brennan dan Kepala Staf Dewan Keamanan Nasional, Denis McDonough untuk membahas dan megkaji kebjakan barunya nanti.

Sehari sebelumnya, Obama juga telah membahas mesalah ini dengan Sekretaris Keamanan Brennan dan Janet Napolitano, yang mengumumkan akan mengirim pejabat senior departemen bandara internasional untuk meninjau prosedur keamanan mereka.

Diperkirakan miliaran dolar akan dihabiskan untuk mengkaji kembali keamanan negara AS ini terhadap ancaman terorisme.[cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.