INILAH.COM, Jakarta - Ramadhan Pohan diminta mencabut laporannya ke George Junus Aditjondro di polisi. Kepada kedua belah pihak juga sebaiknya berdamai dan menyelesaikan persolan secara kekeluargaan.
"Sebaiknya ditempuh jalan kekeluargaan saja, nggak perlu melaporkan ke polisi," kata mantan juru bicara kepresidenan era mendiang Abdurrahman Wahid yang juga ketua penyelenggara launching buku 'Gurita Cikeas
Adhie Massardi' kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (2/1).
Ia mengatakan, saat kejadian antara politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan dengan penulis buku kontorversial George Junus Aditjondro terlibat perdebatan, ketika Permadi, salah satu narasumber dalam acara tersebut tengah berbicara. Menurut Adhie topik perdebatan dua kubu itu hanya intrik biasa.
"George juga kan sudah tak muda lagi, setahu saya karakternya keras dan faktor usia juga mempengaruhi kadar emosi dia (George)," ujar juru bicara Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) ini.
Banyak implikasi yang akan muncul akibat laporan anggota Fraksi Partai Demokrat itu. Yakni, selain spekulasi publik yang sumir, wajah demokrasi Indonesia pun menjadi semakin tercoreng.
"Persoalan ini sebetulnya soal pendapat yang demokratis, kalau tenyata nanti menimbulkan polemik dan masalah, rakyat melihat ini sebuah pengekangan," tegas Adhie. [ikl/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !