INILAH.COM, Jakarta - Akhir 2009, pemerintah mencatat posisi nilai tukar rupiah berada pada level 9.403.
Hal tersebut seperti dikutip INILAH.COM dalam siaran pers Departemen Keuangan, Sabtu (2/1).
Penguatan rupiah tersebut didukung oleh tingginya cadangan devisa yang mencapai US$65,84 miliar per November 2009.
Depkeu menuturkan, selama tahun 2009, nilai tukar rupiah mengalami kecenderungan menguat. Sehingga mencapai rata-rata Rp10.408 sepanjang tahun lalu.
Posisi rupiah tersebut masih dalam proyeksi para ekonom, yaitu berada di kisaran Rp9.300-9.500, untuk akhir tahun 2009. Hal ini atas pertimbangan fundamental perekonomian Indonesia yang cenderung baik bila dibanding negara lain.
Sedangkan untuk minyak mentah Indonesia sesuai dengan perkiraan yaitu US$61,5 per barel. Namun lifting minyak mentah Indonesia mencapai rata-rata 952 ribu per hari (bph), atau di bawah target APBN-P sebesar 960 ribu bph. [mre/hid]