INILAH.COM, Jakarta Target Bursa Efek Indonesia untuk rata-rata transaksi harian saham pada 2010 sebesar Rp4,5 triliun, dinilai wajar. Hal ini mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,5% tahun ini.
Demikian ungkap pengamat pasar modal Felix Sindhunata kepada INILAH.COM, Minggu (3/1). Menurutnya, target transaksi harian saham itu masuk akal, karena AS pada 2010 akan kelebihan likuiditas, sehingga dana tersebut akan menyebar ke emerging market termasuk Indonesia,Apalagi ada perkiraan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh positif 5,5%, tertinggi ketiga setelah China dan India,ujarnya.
Ia pun optimistis, target nilai transaksi harian saham Rp4,5 triliun bisa terealisasi, asalkan politik dan ekonomi Indonesia relatif stabil. Felix melihat, eskalasi suhu politik harus dijaga agar investor asing tetap berinvestasi di indonesia. "Syarat utama yang diinginkan investor asing adalah kestabilan politik dan ekonomi. Sedangkan suhu politik saat ini belum tahu arahnya kemana,"tutur Felix.
Seperti diketahui, BEI menargetkan rata-rata transaksi harian saham pada 2010 mencapai Rp4,5triliun. Sedangkan nilai transaksi harian saham selama 2009 rata-rata mencapai Rp4,05 triliun. Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan pada triwulan II 2009 seiring masuknya dana asing ke pasar modal, turut mempengaruhi kenaikan rata-rata nilai transaksi harian saham BEI.
Di sisi lain, kepala riset PT BNI Securities Norico Gaman memprediksikan, kapitalisasi pasar saham Indonesia akan terus meningkat. Dari sebelumnya Rp1.900 triliun, bisa meningkat Rp2.300 hingga Rp2.500 triliun.
"Sepanjang 2009 kenaikan kapitalisasi pasar meningkat tajam sekitar 50% dari Rp1.200 triliun menjadi hampir Rp1.900 triliun. Diprediksikan 2010 bisa mencapai Rp2.300 triliun hingga Rp2.500 triliun,"kata Norico. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !