Fidela Hasworini
INILAH.COM, Jakarta - Beredarnya SMS yang menyebutkan bahwa kematian Gus Dur tidak wajar dibantah kebenarannya oleh mantan juru bicara Gus Dur sewaktu menjabat sebagai Presiden, Adhie Masardi.
"Isi sms itu nggak bener. Saya mengetahui proses penurunan kondisi fisik Gus Dur selama 3 tahun terakhir. Lagi pula ada pengawal, ajudan dan asisten pribadi yang selalu mendampingi Gus Dur," ujar Adhie kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (3/1).
Menurut Adhie, beredarnya SMS tersebut merupakan wujud kegelisahan dari kaum minoritas yang khawatir situasi bangsa semakin memburuk sepeninggalan Gus Dur.
"Ya itu karena mereka yang khawatir situasi bangsa ini semakin memburuk sepeninggalan Gus Dur. Mereka yang cemas tidak ada bapak bangsa lagi yang melindungi kaum minoritas. Maka kegelisahan itu dengan memancing isu ini," kata Adhie.
Dia juga berharap, agar kepolisisan dapat langsung merespon beredarnya SMS yang menyebutkan Gus Dur meninggal tidak wajar tanpa diminta. "Harusnya polisi tanpa diminta, kan bisa melakukan pemeriksaan siapa yang menyebarkan sms isu tersebut. tapi bukan mengusut perihal kematian Gus Dur karena sudah ada dokter yang mengurus itu," imbuhnya
Sebelumnya Adik Gus Dur, Gus Sholah mengaku menerima SMS tersebut. Berikut, isi SMS yang diterima Gus Sholah dari nomor HP 081399013730;
"gus dur DIBUNUH!30/12 Pk 18.050 WIB SElang oksigen gus dur dicabut paksa!pembunuhan terkait pertemuan gusdur tgl 4 desdi jl denpasar c3 membahas century dan adelin lies. TUNTUT POLISI USUT!(SEBARKAN)." [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !