INILAH.COM, Jakarta - Belum genap seminggu wafatnya Gus Dur, beredar SMS soal kematian Gus Dur yang tidak wajar. Diduga, ada yang menunggangi kepergian Gus Dur untuk kepentingan politik tertentu.
"Beredarnya isu SMS yang ramai diberitakan di media hari ini bahwa wafatnya Gus Dur karena dibunuh, sangatlah tidak tepat dan tidak manusiawi. Keluarga Gus Dur, warga NU, rakyat Indonesia masih dalam suasana duka yang mendalam. Jangan ditunggangi, jangan dinodai dengan cara-cara yang tidak manusiawi!" ujar aktivis muda NU Gusus Joko W kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (3/1).
Ia mengaku, melihat ada pihak-pihak yang ingin memancing kemarahan warga NU dengan menyebar kabar yang belum tentu benar.
"Mereka ingin memanfaatkan situasi. Saya mengimbau, pertama, hentikan cara-cara yang kotor untuk mengadu domba warga NU dan rakyat Indonesia yang sedang berduka. Kedua, warga NU, simpatisan Gus Dur agar tetap tenang jangan sampai terpancing dengan berita-berita yang tidak jelas," katanya.
Ketiga, sambung Direktur Lembaga Kajian & Survei Nusantara (LAKSNU) ini, pihak-pihak yang tidak berkepentingan, yang tidak mengetahui apa-apa jangan menambah keruh suasana duka ini," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !