INILAH.COM, Jakarta - Untuk menganugrahi gelar pahlawan nasional kepada salah satu presiden RI, harus ada ukuran yang menjadi standar. Sebab, setiap pemimpin memiliki ciri dan karakter masing-masing.
Hal ini diungkapkan oleh Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham di Jakarta, Minggu (3/1). "Ini semua perlu ada standar, sehingga tak hanya subjektif, namun objektif sehingga tidak ada kontroversi," ujarnya.
Terkait siapa yang kira-kira berhak untuk mengajukan gelar pahlawan, Idrus mengatakan pemerintah dan DPR. Dukungan dari dari jejaring pertemanan sepert Facebook, tidak bisa dijadikan pegangan.
"Ada nilai keteladanan perjuangan jangan hanya ada mobilisasasi tanda tangan, facebook, sms. Bukan itu!" pungkas Ketua Pansus Angket Bank Century ini. [bar]