INILAH.COM, Jakarta PT Bumi Resources (BUMI) awal tahun ini berpotensi menjadi market mover, terkait beberapa aksi korporasinya. Hal ini sekaligus menunjukkan momentum yang tepat untuk trading. Bayu Aji, analis dari First Asia Capital mengatakan, pergerakan saham
BUMI hari ini cenderung fluktuatif, mengikuti beberapa aksi korporasinya. Seperti penerbitan 10% saham baru dan rencana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan dan grupnya yang diundur.
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.600 dan Rp2.200 sebagai level
support-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (3/1).
Pada perdagangan akhir pekan lalu, Rabu (30/12) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (3%)
menjadi Rp2.425, dengan intraday Rp2.525 dan Rp2.400. Volume transaksi mencapai 129,5 juta
unit saham senilai Rp317,6 miliar dan frekuensi 4.481 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Bagaimana prediksi pergerakan saham BUMI di awal tahun ini?Saya kira akan fluktuatif. Pergerakan saham BUMI hari ini mengikuti aksi korporasinya, terkait penerbitan 10% saham baru yang belum benar-benar pasti. Begitu juga rencana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan dan grupnya yang diundur. Itulah yang membuat BUMI fluktuatif sehingga saham ini potensial menjadi
market mover.
Rencana penerbitan saham Baru BUMI sebesar 10% atau 1,94 miliar saham dari total 19,40
miliar akan memicu investor mengambil posisi jangka pendek. Biasanya, penerbitan saham baru disambut kurang baik oleh investor. Namun, untuk BUMI sendiri justru dijadikan momentum oleh investor untuk memainkan saham ini, mengingat saham yang beredar sangat banyak.
Akan bergerak di kisaran berapa? BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.600 dan Rp2.200 sebagai level
support-nya. BUMI akan mengarah ke level
resistance-nya, selama tidak ada pembatalan aksi korporasinya yang akan membuat kekhawatiran investor.
Dengan alasan ini, BUMI masih cocok untuk
trading jangka pendek hingga aksi korporasi yang akan dilakukan betul-betul jelas. Begitu juga dengan kejelasan grupnya. Selain itu, akan muncul berita baru yang sudah menjadi karakteristik saham ini. Ini juga akan memicu kemungkinan investor untuk
speculative buy atas BUMI.
Bagaimana dengan investor jangka panjang?Untuk mengambil posisi posisi jangka panjang, harus mencermati situasi. Namun,
buy on weakness pun masih oke untuk BUMI. Tapi, tidak untuk jangka panjang. Untuk saat ini lebih baik bermain jangka pendek. BUMI memang momentumnya untuk
tradingsampai ada kejelasan aksi korporasi di Januari ini. Untuk investasi jangka panjang bisa dilakukan pada saat aksi korporasinya sudah ada kejelasan.
Market, yang beberapa hari terakhir mengalami penguatan, akan memicu aksi
profit taking. Tapi, untuk BUMI sendiri fluktuatif dan
buy on weakness masih oke untuk memaksimalkan
Price Earning Ratio (PER).
Sentimen apa yang akan menggerakkan BUMI?Laporan keuangan akhir tahun 2009. Pelaku pasar masih menunggu laporan itu. Untuk saat
ini pelaku pasar lebih suka bermain
trading berdasarkan rumor-rumor yang beredar.
Sedangkan kenaikan harga minyak dunia tidak menjadi perhatian pasar, sehingga harga komoditas kurang memicu pergerakan BUMI. Pasar saat ini lebih fokus pada aksi korporasinya. Setelah ada kejelasan dari aksi korporasi di akhir Januari, pelaku pasar akan mencermati hasil kinerja BUMI tahun 2009. [jin/ast]