Senin, 28 Mei 2012 | 20:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pesan Gus Dur Soal Century Gate
Headline
inilah.com /Wirasatria
Oleh: Ahluwalia
web - Senin, 4 Januari 2010 | 12:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta Ibarat pepatah harimau mati meninggalkan tulang, Gus Dur wafat, meninggalkan pesan yang terang. Sebelum mangkat, Presiden RI ke-4 itu mengungkapkan adanya enam pejabat publik, yang diduga terlibat skandal Century.
Kolega terdekat Gus Dur, Bingky Irawan yang kerap bertemu dengan tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) itu sebelum meninggal memaparkan, kasus Century sering menjadi pembicaraannya. Ia mengaku sering bertemu dengan Gus Dur, 3-4 kali dalam seminggu.
Ia memaparkan, dalam pembicaraan itu terlontar pernyataan Gus Dur Bahwa ada enam yang bisa diduga terlibat, di antaranya Boediono dan Sri Mulyani. Saya sampai kaget, masa bener mas? Lalu ia menjawab, iya 6 orang ini pasti, ujar Bingky Irawan.
Sebelumnya, Gus Dur sempat mengutarakan kegelisahannya atas kasus pengucuran dana bailout bank Century sebesar Rp6,7 triliun. Presiden ke-4 ini takut pengusutan skandal bank Century tidak tuntas, karena ketidak-jujuran dan ketidaktegasan.
Sebelum wafat, Gus Dur sempat melakukan pertemuan pada 4 Desember di Jakarta . Dalam pertemuan itu, Gus Dur juga menyampaikan sikap politiknya terkait dengan Century.
Budayawan Betawi Ridwan Saidi, mengaku mendengar cerita itu karena berada dalam tempat yang sama saat pertemuan berlangsung. Ridwan mengatakan, selain bercerita soal Presiden SBY, Gus Dur juga bercerita tentang Bank Century, sejarah dan ada juga pernyataan politik soal skandal Century.
Kini publik gelisah karena banyak masalah-masalah masih tertutup. Kalau memang tidak bersalah tidak usah takut, tapi sampaikan pada bangsa kalau tidak bersalah, ujar Bingky Irawan.
Masyarakat umumnya merasa terharu masih adanya berbagai pihak, yang memperjuangkan apa yang menjadi kegelisahan Gus Dur itu, terutama kasus Century dan persoalan bangsa yang lain semasa hidupnya.
Pakar hukum pidana yang juga peneliti di Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada, Eddy OS Hiariej menyatakan, kebijakan yang terkait Century dengan segala penyalahgunaan di dalamnya dapat dilihat sebagai rangkaian tindak pidana korupsi.
Sejumlah pakar hukum telah menepis anggapan bahwa kebijakan tak bisa diadili. Namun sepanjang diambil berdasarkan moral hazard, maka sudah memasuki ranah hukum pidana dan dapat dianggap perbuatan tercela.
Hukum pidana di Indonesia, menganut ajaran bahwa suatu perbuatan tercela dapat dipidana walaupun tidak memenuhi unsur delik. Selain itu, kesalahan yang dimaksud hukum pidana tidak hanya kesalahan yuridis, tetapi juga kesalahan moral. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
novitaindriani31
Selasa, 5 Januari 2010 | 09:45 WIB
menurut saya hal ini jangan terlalu diperbesarkan, karena ini merupakan suatu hal yang belum jelas asal usulnya. bisa saja semua hanyalah rekayasa manusia yang masih hidup.
meiss
Senin, 4 Januari 2010 | 15:33 WIB
hehehe,,,,,, cari sensasi saja !!,,, yang jelas gus dur sudah tenang di alam sono,,, sampai ketemu gus...
bambang
Senin, 4 Januari 2010 | 15:10 WIB
Aneh deh, memang aneh, kok percaya dengan ucapan gus dur, kalau memang benar, kenapa ngg gunakan otak untuk berpikir, bagaimana proses itu terjadi, kok itu juga yang dibahas, sudah berulang kali diterangkan kok ngg paham2 ya..? Maunya kita ganti presiden huru hara, terus miskin dan miskin dijelekin negaran lain, begitu maunya ya../ kasian deh kasien deh, siapa sih yg lebih baik dari SBY saat ini..? Amien Rais, ngga diterima orang, Megawati, tua, less knowledge, dan hampir tidak ada yang bisa dibanggakan, kecuali karena bapaknya Sukarno, siapa, ayo siapa..? please deh, masalah century, kok dibesar2kan dan ngg habis2 ya..? Toh duitnya untuk nasabah dan diambil dari iyuran Bank2 yg dikumpulkan oleh LPS, bukan duit Rakyat yg ada didalam APBN..? Benci dan gemes melihat orang kok ngg mudeng2 yah..
Tony
Senin, 4 Januari 2010 | 12:52 WIB
Gus Dur bukan malaikat, hanya manusia biasa yang bisa keliru apalagi dgn keterbatasannya. Berita ini absurd,tidak ada pesan terang yg ditinggalkannya, hanya dugaan yg cenderung fitnah. Celaka Gus Dur kalo dugaannya meleset, pesan "terang" dgn menyebut nama orang akan menjadi dosa. anda juga bertanggung jawab sebagai penyebar dosa fitnah.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.