INILAH.COM, Jakarta - Sikap Partai Golkar tak relevan menghubungkan penganugrahan gelar pahlawan kepada mantan Presiden Abdurrahman Wahid dengan Soeharto. Permintaan itu belebihan dan terkesan kekanakan-kanakan.
"Nggak bisa begitu dong, apa hubungannya, itu terlalu kekanakan," kata pengamat politik UI Arbi Sanit kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (4/1).
Sebelumnya fungsionaris Golkar Priyo Budi Santoso mengemukakan bahwa mantan Presiden Soeharto pun layak menyandang gelar pahlawan nasional sama seperti Gus Dur. Soeharto adalah sosok Bapak pembangunan yang telah banyak berjasa bagi negara.
"Sangat tidak rasional, Gus Dur itu banyak jasanya sebagai tokoh pluralis, kulturis, dan demokrasi terhadap pers," tutur Arbi.
Sikap tersebut, menurut Arbi justru merugikan Golkar sendiri. Publik akan menganggap Golkar masih bersinggungan dengan kekuasaan Orba. "Golkar sudah membuktikan bahwa mereka telah gagal mereformasi diri (partai)," tandas pria berkuncir ini. [ikl/jib]